logo

19/12/18

Cerita Warga Saat Temukan Kuburan Massal di Area Pembangunan Perumahan

Cerita Warga Saat Temukan Kuburan Massal di Area Pembangunan Perumahan

NUSANEWS - Senja menjelang magrib pada Selasa (18/12), M. Yahya (73), duduk di pelataran musala menanti waktu salat tiba. Tubuhnya bersandar di salah satu tiang penyangga tempat ibadah favoritnya itu di Dusun Lamseunong,  Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

Mengenakan kain sarung dan kemeja, Yahya khidmat mendengar ceramah dari radio Baiturrahman Banda Aceh. Baru juga azan hendak dikumandangkan muazin, seorang pemuda dengan tergopoh-gopoh berlari ke masjid. Pemuda itu memberikan kabar kepada Yahya ada temuan aneh saat sedang menggali tanah untuk septic tank di lokasi proyek Perumahan Nirwana.

Sebagai seorang tokoh masyarakat setempat, Yahya mendengarkan dengan cermat informasi dari pemuda itu. Menurut Yahya, pemuda yang belakangan seorang kuli bangunan di proyek perumahan itu mengaku melihat semacam kantong jenazah dari dalam tanah. Namun, pemuda itu tak yakin dengan apa yang dilihatnya.

Yahya kemudian bergegas ke lokasi pembangunan proyek perumahan yang jaraknya hanya 30 meter dari musala. "Setelah saya melihat langsung, saya katakan bahwa ini benar jenazah," ujar Yahya kepada kumparan, Rabu (19/12). "Saya menyuruh pekerja agar jangan diganggu. Besoknya baru dilakukan pembongkaran untuk mengambil jenazah tersebut."

Dibantu sejumlah otoritas dan perangkat desa setempat, pada Rabu (19/12) pagi dibongkarlah lokasi penemuan jenazah itu. Yahya kaget saat digali lebih dalam, ada sebanyak 45 kantong jenazah. Semua jenazah itu dibungkus kantong hitam. Yahya langsung teringat insiden tsunami 14 tahun lalu. Semua jenazah yang tak teridentifikasi dimasukkan ke dalam kantong plastik berwarna hitam.

Sejumlah warga salat jenazah korban tsunami di Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)

Yang lebih membuat Yahya lebih kaget adalah dia sama sekali tidak tahu kalau dusunnya itu ada kuburan massal. Terlebih lokasinya berada di proyek perumahan yang akan dibangun.

“Pascatsunami dulu semua orang di desa mengungsi, tidak berada di kampung," ujar dia. "Sehingga kami tidak tahu bahwa dulunya di situ ada kuburan massal.”

Dari beberapa kantong jenazah petugas menemukan sejumlah barang milik korban seperti kalung emas, sim, dompet, surat keterangan berobat, dan beberapa kertas lainnya yang masih melekat di tubuh jenazah. Sebagian barang milik jenazah masih utuh.

Semua jenazah yang telah menjadi kerangka itu kemudian dipindahkan dan dimandikan satu per satu oleh petugas. Lalu dikafankan dan disalatkan. Terakhir, dimakamkan dengan layak di pekuburan umum setempat secara massal.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...
Loading...