logo

27/12/18

Ahok Bebas 24 Januari, Bagaimana Bisa? Apa Dasarnya?

Ahok Bebas 24 Januari, Bagaimana Bisa? Apa Dasarnya?

NUSANEWS - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok disebut-sebut akan menghirup udara bebas pada 24 Januari 2019 mendatang.

Kebebasan mantan Gubernur DKI Jakarta itu, sudah menjadi haknya sebagai warga negara.

Demikian disampaikan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly di Gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Kamis (27/12).

“Kalau soal Ahok, ya itu proses yang sudah dilaluinya dan itu hak dia,” ucap Yasonna.

Terkait remisi yang diterima duda Veronica Tan, Yasonna mengatakan hal itu lantaran kasus yang menjeratnya tidak masuk kedalam kategori Peraturan Pemerintah Nomor 99.

Yakni tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan Mengatur Pengetatan Remisi.

“Karena itu bukan tindak pidana yang masuk dalam kategori PP 99,” jelas dia.

Lebih lanjut, Yasona pun memastikan kebebasan ini tak ada kaitannya dengan diskriminasi atau perbedaan perlakuan yang diberikan pemerintah.

Sebab, selama menjalani proses hukum sejak 2017 lalu, Ahok sama sekali tak pernah mengambil jatah remisinya.

Politikus PDIP juga menambahkan, nama mantan pasangan Jokowi itu juga tidak masuk ke dalam register F. Register F adalah buku pelanggaran tata tertib.

“Maka sesuai haknya dan sampai sekarang dia belum ada register F-nya, maka ketentuan hukum harus kita laksanakan. Semua orang sama di mata hukum,” pungkasnya.

Sebelumnya, mantan Bupati Belitung Timur itu resmi menerima pengurangan masa tahanan (remisi) Natal 2018.

Masa tahanan Ahok dipotong 30 hari penahanan, sehingga terpidana penistaan agama itu akan bebas pada 24 Januari 2019.

Selama masa tahanan, Ahok telah mendapat remisi Natal 2017 selama 15 hari dan remisi umum 17 Agustus 2018 selama dua bulan.

Dengan total remisi yang didapat tiga bulan 15 hari.

Untuk diketahui, Ahok resmi menghuni rutan Mako Brimob pada 9 mei 2017 usai dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Majelis hakum menjatuhkan 2 tahun kurungan penjara karena terbukti melakukan penodaan agama di Kepulauan Seribu pada September 2016 lalu.

Ahok dijerat pasal 156 huruf a KUHP.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...