logo

01/12/18

Ada Logo PDIP pada Soal Ujian Tingkat SD di Kabupaten Bogor, Ini Penjelasan Disdik

Ada Logo PDIP pada Soal Ujian Tingkat SD di Kabupaten Bogor, Ini Penjelasan Disdik

NUSANEWS - Soal ujian tingkat SD di Kabupaten Bogor yang terdapat logo PDIP tak hanya ditemukan di Kecamatan Klapanunggal.

Kasi Penilaian dan Kurikulum Sekolah Dasar, pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor,  Wawan Kuswandi mengakui ada dua wilayah yang mengunakan soal tersebut. Yakni sekolah di Kecamatan Klapanunggal dan Tenjo.

Atas kejadian ini, disdik pun langsung melakukan rapat kordinasi bersama pengawas.  Dalam rapat itu, ia membenarkan bahwa terdapat logo salah satu partai pada soal ujian tersebut.

“Dalam rapat itu hadir para pengawas sekolah Kecamatan Klapanunggal, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tenjo, dan pengusaha percetakan naskah soal Penilaian Akhir Semester (PAS), disaksikan oleh kepala bidang Pembina SD kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SD, Wawan Kuswandi serta perwakilan kelompok kerja Pengawas sekolah KPPS,” kata Wawan kepada Radar Bogor.

Lanjut Wawan, hasil koordinasi panitia menyampaikan permintaan permohonan maaf atas adanya penulisan naskah soal mata pelajaran PKN Kelas 6, khususnya nomor 27 yang secara eksplisit mengambarkan gambar salah satu peserta partai pemilu. Pihak pengawas, kata Wawan, tidak bermaksud melakukan kampanye atau sosialisasi atas salah satu partai peserta pemilu.

“Melainkan hanya bagian dari penilaian terhadap daya nalar (pengetahuan) anak tentang partai-partai peserta pemilu,” katanya melanjutkan klarifikasi.

Menurut panitia, landasan materi pembelajaran tentang nama-nama dan lambang partai peserta pemilu memang terdapat dalam silabus serta buku sumber pelajaran PKN Kurikulum 2006. Sehingga,secara substansi dan  secara redaksional naskah soal PKN Kelas 6 nomor 27 itu masih bisa dikatakan relevan dengan materi pembelajaran.

Sebagaimana tercantum, pada halaman 23 buku Pendidikan Kewarganegaraan untuk kelas 6 SD dan MI dengan penulis Sunarso dan Anis Kusumawardani. Buktu tersebut, merupaka BSE yang sudah lolos uji dari Pusat Perbukuan. Bahkan, dijadikan buku paket pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas 6 sekolah dasar dan MI.

Namun, panitia menyadari pada saat ini berada pada masa kampanye baik Pemilu Presiden (Pilpres) maupun Pemilu Legislatif (Pileg). Sehingga, soal nomor 27 tersebut oleh sebagian pihak diasumsikan sebagai bentuk kegiatan sosialisasi tanda gambar partai peserta pemilu .

“Atas hal tersebut kami tegaskan kembali, tidak bermaksud melakukan sosialisasi atau kampanye atas tanda gambar organisasi peserta pemilu,” katannya.

Lebih jelas, Wawan mengatakan, mekanisme penyusunan naskah soal yang dilakukan di Kecamatan Tenjo mengikuti langkah-langkah, di antarannya, naskah dibuat oleh guru di Pusat Kegiatan Guru (PKG) dengan pedoman kepada kisi-kisi soal mata pelalajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Selanjutnya, naskah soal diedit oleh editor yang berada pada tingkat kecamatan. Terkahir, kata dia, naskah soal naik cetak ke percetakan setelah melalui proses editing.

“Panitia bersedia untuk melakukan perbaikan pada tahapan penyusunan naskah soal maupun pada substansi naskah soal pada kegiatan penilaian-penilaian berikutnya. Demikian hasil musyawarah ini kami buat dan untuk dijadikan bahan selanjutnya,” pungkasnya. (don)

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...