logo

21/12/18

4 Kejanggalan Pembunuhan Siska Icun Sulastri oleh Brondong Teman Kencan

4 Kejanggalan Pembunuhan Siska Icun Sulastri oleh Brondong Teman Kencan

NUSANEWS - Pelaku pembunuhan Siska Icun Sulastri (34) telah ditangkap. Pelaku pembunuhan diketahui bernama Hidayat (22). Ia bekerja sebagai cleaning servis dan mengaku sebagai teman kencan Siska Icun Sulastri.

Hidayat menghabisi nyawa korban di apartemennya di Unit GD Tower A Apartemen Kebagusan City, Jalan Baung Raya Kebagusan, Pasarminggu, Jakarta Selatan, Minggu (16/12/2018).

Siska merupakan janda lima anak. Ia adalah warga Kampung Talaga, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sebelum dibunuh, janda cantik itu baru saja bertunangan dengan pacarnya. Rencananya, Siska dan tunangannya akan melangsungkan pernikahan tahun depan.

“Ia baru 9 hari bertunangan dengan pacarnya. Rencananya pada tahun depan, ia akan melangsungkan pernikahan. Katanya, ia lagi cari uang dulu ke Jakarta buat menghidupi keluarganya. Namun sayang, ia meninggal dunia dengan kondisi memprihatinkan,” ucap keponakan korban, Sri Novianti (28).

Siska Icun Sulastri
Meski pelaku pembunuhan Siska Icun Sulastri telah ditangkap, namun pengakuannya kepada polisi terasa janggal. Karena itu, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif di balik pembunuhan Siska.

Berikut 4 jejanggalan pengakuan pelaku pembunuhan Siska Icun Sulastri:

1. Siska Janjikan Uang Rp2 Juta

Kepada polisi, pelaku Hidayat mengaku Siska menjanjikan uang Rp2 juta untuk kencan. Siska meminta cleaning servis itu untuk datang ke apartemennya di di Unit GD Tower A Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan, Minggu (16/12/2018).

Pengakuan Hidayat terasa janggal. Sebab, wanita secantik Siska tidak akan sulit untuk mendapatkan lelaki. Dia tak perlu membayar pria untuk menemaninya kencan. Apalagi Siska baru 9 hari tunangan dengan calon suaminya.

“Ini masih kita dalami. Ini masih simpang siur, katanya yang menjanjikan korban, tapi katanya justru yang menjanjikan pelaku. Itu yang masih kita dalami yang benar yang mana, karena (tersangka) ini belum sempat kita periksa,” ujar Kapolres Jaksel Kombes Indra Jafar, Kamis (20/12/2018).

2. Pelaku Tolak Berhubungan Badan

Pelaku Hidayat mengaku menolak berhubungan intim dengan korban sebelum diberi uang Rp2 juta sesuai yang dijanjikan. Namun korban mengancam akan memberi tahu istri pelaku tentang pertemuannya. Hal itulah yang membuat pelaku naik pitam dan membunuh korban.

Pengakuan ini juga terasa janggal. Bagaimana mungkin pelaku yang baru pertama kali bertamu langsung menagih uang kepada wanita cantik seperti Siska. Terlebih pelaku belum pernah memberikan apa-apa kepada korban. Melayaninya saja belum.

3. Korban Ditemukan Tanpa Busana

Korban ditemukan oleh calon suaminya dalam kondisi tanpa busana di apartemennya pada Selasa siang (18/12). Di tubuh korban terdapat bercak darah dan bekas tusukan.

Fakta ini seolah membuktikan bahwa pelaku memberikan keterangan palsu kepada polisi. Jika benar pelaku menolak berhubungan badan, mengapa tubuh korban ditemukan dalam kondisi tanpa busana?.

“Ini masih kita dalami (soal korban tanpa busana). Untuk sekarang kita belum memeriksa sampai sejauh itu. Yang jelas, motif, semuanya kita akan lakukan pemeriksaan mendalam dan akan kita cocokkan, kita sesuaikan dengan bukti yang ada,” ujar Kapolres Jaksel Kombes Indra Jafar.

4. Pelaku Bantah Perkosa Korban

Pelaku Hidayat membantah hendak memperkosa korban. Sebaliknya, dia mengklaim diajak oleh korban untuk menemaninya, tetapi ditolak oleh pelaku sebelum korban membayar Rp2 juta.

Pengakuan pelaku ini masih perlu didalami karena terkesan janggal. Lelaki siapa pun yang berduaan dengan wanita cantik di dalam kamar akan sulit untuk membenung hawa nafsunya.

Bisa jadi, pelaku lah yang berusaha memperkosa korban. Tapi korban menolak, sehingga pelaku melakukan kekerasan.

Hal itu diperkuat dengan ditemukannya korban dalam kondisi tanpa sehelai benang pun. Diduga, pelaku membuka pakaian korban untuk menikmati tubuh janda cantik tersebut.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...