logo

19/12/18

23 Kabupaten di Sumut Berpotensi Terjadi Longsor

23 Kabupaten di Sumut Berpotensi Terjadi Longsor

NUSANEWS - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan memprediksi, pada bulan Desember ini sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berpotensi mengalami bencana longsor.

Setidaknya, terdapat 13 kabupaten yang memiliki potensi tinggi dan 10 kabupaten berpotensi sedang untuk mengalami bahaya bencana alam tersebut.

“Untuk bulan Desember 2018 pada umumnya potensi tingkat bahaya longsor di wilayah Sumatera Utara berkisar antara tingkat Sedang-Tinggi,” ungkap Kepala BBMKG Wilayah I Medan Edison Kurniawan, Rabu (19/12/2018).

Ia menjelaskan, untuk daerah yang berpotensi tinggi mengalami longsor, yakni Kabupaten Tapanuli Utara (Kecamatan Pahae Jae, Pahae Julu, Siborong-borong, dan Adian Koting), Kabupaten Humbang Hasundutan (Kecamatan Lintong Nihuta, dan Onan Ganjang), Kabupaten Toba Samosir (Kecanatan Porsea, dan Silaen).

Kemudian, Kabupaten Samosir (Kecamatan Onan Runggu, dan Palipi), Kabupaten Tapanuli Tengah (Kecamatan Barus, dan Andam Dewi), Kabupaten Tapanuli Selatan (Kecamatan Dolok), Kabupaten Dairi (Kecamatan Sumbul, Parbuluan, Pegagan Hilir, Siempat Nempuh Hulu, Tiga Lingga, Pinem, dan Silima Pungga Pungga).

Selanjutnya Kabupaten Pakpak Bharat (Kecamatan Kerajaan dan Salak), Kabupaten Simalungun (Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Sidamanik, Dolok Pardamean, dan Purba), Kabupaten Deliserdang (Kecamatan Bangun Purba, Sibiru-biru, Sibolangit, STM Hilir, dan STM Hulu).

“Begitu juga di Kabupaten Karo yakni (Kecamatan Barus Jae, Merek, Mardinding, dan Payung), lalu Kabupaten Nias (Kecamatan Hiliduho, Gunungsitoli, dan Mandrehe), serta Kabupaten Nias Selatan (Kecamatan Gomo),” jelasnya.

Sementara itu, untuk potensi sedang longsor, terang Edison, bahayanya kemungkinan terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara (Kecamatan Sipoholon, Garoga, dan Tarutung), Kabupaten Toba Samosir (Kecamatan Balige, Lumban Julu, Muara, dan Habinsaran), Kabupaten Tapanuli Tengah (Kecamatan Tapian Nauli, Lumut, dan Barus), Kabupaten Tapanuli Selatan (Kecamatan Padang Sidempuan Timur, Batang Angkola, dan Batang Toru).

Kemudian, Kabupaten Mandailing Natal (Kecamatan Batang Natal, Natal, Batahan, Panyabungan, Kotanopan, dan Muara Sipongi), Kabupaten Asahan (Kecamatan Pulau Rakyat dan Bandar Pulau), Kabupaten Simalungun (Kecamatan Dolok Panribuan, Raya, Panei, Jorlan Hataran, Tanah Jawa, Dolok Silau, dan Pematang Tanah Jawa), Kabupaten Karo (Kecamatan Simpang Empat dan Munthe)

“Termasuk juga Kabupaten Langkat, yakni di (Kecamatan Padang Tualang, Sei Lapan, dan Bahorok), serta Nias Selatan (Kecamatan Lahusa, Lolowu, dan Teluk Dalam),” paparnya.

Edison menuturkan, potensi bahaya longsor ini diperkirakan karena pada bulan Desember wilayah Sumut memiliki curah hujan yang cukup tinggi, mulai dari 51 mm hingga >500 mm.

Ia menambahkan, untuk curah hujan >500 mm, khususnya terjadi di Kabupaten Asahan (Kecamatan Bandar pasir Mandoge), Humbang Hasundutan (Kecamatan Onanganjang), Simalungun (Kecamatab Berangir) serta Kabupaten Tapanuli Tengah (Kecamatan Stamet Pinang Sori).

“Sedangkan curah hujan 401 mm hingga 500 mm, potensinya juga terjadi di Kabupaten Asahan (Kecamatan Bandar Slamat), Humbang Hasundutan (Kecamatan Pakkat, dan Tarabintang), Langkat (Kecamatab Bahorok, dan Tanjung Langkat), Pakpak Bharat (Kecamatan Kerajaan), Tapanuli Tengah (Kecamatan Hutabalang, dan Manduamas), serta Tapanuli Utara (Kecamatan Pahae Jae),” tandasnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...