logo

04/11/18

Warga Buleleng Tewas Terbakar Hidup-Hidup di Kebun

Warga Buleleng Tewas Terbakar Hidup-Hidup di Kebun

NUSANEWS - Warga Banjar Sambangan, Desa Sambangan, Sukasada, Buleleng, Sabtu (3/11) sekitar pukul 10.00 gempar.

Warga geger menyusul terbakarnya Gede Sumandra (78) secara hidup-hidup di kebun.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, hingga terungkapnya kasus ini, berawal dari Saksi I Nyoman Widarta yang sedang melintas di Jalan Raya Sambangan, tepatnya di sebelah kantor Desa Sambangan.

Saat itu, saksi melihat ada api membumbung tinggi di salah satu kebun. Karena melihat api yang sangat besar, korban kemudian mendekat ke sumber api.

Namun baru mau mendekat, saksi dikejutkan dengan sesosok tubuh dalam posisi tergeletak, terbakar api.

Melihat kejadian itu, saksi Widarta kemudian memanggil saksi Ketut Yang Sukadana.

Selanjutnya kedua saksi bersama-sama memberitahukan kepada pecalang Kadek Sumandra alias Geloyoh.

“Setelah itu didampingi pecalang para saksi kemudian melaporkan ke Babhinkantibmas Sambangan,” ujar Kadek Serining yang tak lain adalah pemilik kebun.

Menurut Serining, korban sekitar pukul 08.00 memang melakukan bersih-bersih di kebun garapannya. Korban membakar ranting dan daun bambu.

“Sejam kemudian atau sekitar pukul 09.00 saya sempat menanyakan korban ke ibu mertua, dan ibu mertua menjawab masih di kebun,” imbuh Serining.

Mendapat jawaban dari ibu mertuanya, saksi kemudian memanggil korban dan meminta untuk kembali ke rumah dan saat itu korban mau kembali ke rumahnya bersama saksi akan tetapi korban ditinggalkan bersama istrinya atau mertua perempuan saksi di belakang rumah.

Tidak lama berselang, saksi kembali ke belakang rumah dan melihat yang ada hanya mertua perempuannya saja.

Saat itu korban tidak ada kemudian saksi menanyakan keberadaan korban dan dijawab oleh mertuanya bahwa korban pergi untuk mengambil sapi.

“Namun saya ragu dan sempat meminta tolong mertua mengecek ke kebun dan dilihat korban sudah tergelatak di tanah diantara bekas bekas pembakaran daun bambu,” ujarnya.

Selanjutnya atas peristiwa meninggalnya korban akibat terbakar di tanah kebun garapannya maka pihak keluarga menerima dengan ikhlas sebagai suatu musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi.



SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...