logo

04/11/18

Update Korban Lion Air JT-610, Minggu Malam, 136 Kantong Jenazah

Update Korban Lion Air JT-610, Minggu Malam, 136 Kantong Jenazah

NUSANEWS - Tim SAR Gabungan masih terus melakuan upaya pencarian korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Sampai dengan Minggu (4/11/2018) pukul 18.00 WIB, tim SAR Gabungan sudah menyerahkan total 136 kantong jenazah.

Untuk hari ini saja, tim SAR Gabungan mengirimkan 32 kantong jenazah ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kepala Basarnas Marsekal Madya (TNI) Muhammad Syaugi menyatakan, timnya berupaya semaksimal mungkin agar proses pencarian korban terus membuahkan hasil.

Salah satunya dengan menggunakan Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) yang punya kemampuan menyelam hingga kedalaman 250 meter.

Demikian disampaikan Muhammad Syaugi dalam keterangan pers di Posko Terpadu JICT 2 Tanjung Priok, Minggu (4/11/2018).

“Kita mengefektifkan dengan menggunakan ROV tersebut untuk mencari lagi, setelah kita temukan tanda-tanda baru kita lakukan penyelaman oleh tim SAR gabungan,” terangnya.

Pihaknya juga meminta kepada keluarga korban untuk lebih bersabar.

Selain itu, pihaknya juga meninta para relawan, media, dan seluruh elemen untuk mendoakan agar seluruh korban bisa ditemukan.

“Sehingga semua korban bisa ditemukan, body atau bagian pesawat yang besar bisa ditemukan,” imbuh Syaugi.

Syaugi menegaskan, berdasarkan evaluasi dan koordinasi serta masukan di lapangan, operasi diperpanjang.

“Operasi SAR kami perpanjang 3 hari,” tegas Syaugi.

Syaugi berharap, dengan penambahan waktu tersebut, tim SAR Gabungan bisa segera menyelesaikan operasi tersebut.

Sebelumnya, Tim DVI RS Polri berhasil mengidentifikasi tujuh jenazah korban Lion Air JT-610, Minggu (4/11/2018).

Ketujuh jenazah ini diidentifikasi dari 24 jenazah yang dikirimkan pada hari pertama pasca kecelakaan.

Ketua Tim DVI Mabes Polri Kombes Pol Lisda Cancer mengatakan, enam jenazah diidentifikasi melalui hasil tes DNA.

Sedangkan satu jenazah lainnya lainnya berdasarkan sidik jari dan rekam medis.

Adapun kondisi dari tujuh jenazah itu terdiri dari beberapa bagian tubuh.

“Masing-masing bagian kami anggap satu individu. Misal nomor enam tadi terdiri dari dua body part kami kumpulkan jadi satu,” jelas dia.

Bagian tubuh lainnya jika ditemukan, kata Lisda akan diserahkan ke pihak keluarga.

“Sementara kami simpan dulu. Berikutnya kalau memang ada yang menyusul, kami akan hubungi keluarganya,” tutur dia.

Sementara, pihaknya masih terus berupaya mengidentifikasi jenazah lainnya.

“Proses DNA masih berjalan, kami berupaya setiap hari ada uji rekonsialiasi mohon bapak bersabar dan kecocokan setiap hari,” pungkas Lisda.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...