logo

01/11/18

Update Jenazah Korban Lion Air JT-610 Rabu Malam, Sudah 53 Kantong Jenazah

Update Jenazah Korban Lion Air JT-610 Rabu Malam, Sudah 53 Kantong Jenazah

NUSANEWS - Tim SAR gabungan masih terus berupaya mencari dan mengevakuasi jenazah korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) lalu.

Selain itu, pencarian terhadap badan pesawat sekaligus black box (kotak hitam) pun sudah menemukan titik terang dengan didapatnya sinyal ping locator.

Sampai dengan Rabu (31/10/2018) malam, Basarnas total sudah menemukan 53 kantong jenazah berisikan bagian tubuh korban pesawat nahas tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Basarnas Marsekal Muda M Syaugi di kawasan JITC II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (31/10).

Syaugi menyatakan, jenazah para korban tersebut langsung diserahkan ke Rumah Sakit (RS) Polri kramat Jati, Jakarta Timur.

Selanjutnya, jenazah akan dilakukan indentifikasi.

“Untuk update korban sampai malam hari ini, kita sudah mengumpulkan 53 kantung jenazah,” ungkap Syaugi.

Dia menjelaskan, penemuan bagian tubuh korban tersebut sejak hari pertama dilakukan pencarian hingga hari ini.

“Dari Senin hingga hari ini. Kalau tadi malam kan 48, tadi tambah 5, jadi (total) 53,” jelasnya.

Syaugi berharap dalam pencarian besok akan mendapatkan kabar baik.

“Mudah-mudahan besok pagi sudah ada yang lebih signifikan. Sehingga ini cepat selesai,” kata Syaugi.

Sebelumnya, Kepala Pusat Indonesia Automatic Finger Print Identification System (INAFIS) Bareskrim Polri, Brigjen Hudi Suryanto menyatakan berhasil mengidentifikasi satu jenazah.

“Body part (bagian tubuh) ditemukan tangan kanan dengan lima jari lengkap. Kemudian menyambung bagian tubuh dada atas sampai perut menjadi satu bagian tidak terpisahkan,” katanya.

Dengan kondisi yang masih cukup lengkap itu, lanjutnya, memudahkan pihaknya untuk mengenali jenazah tersebut.

Yakni dengan mengidentifikasi sidik jari tangan kanan korban dan mencocokkan data yang didapat tim DVI. Hasilnya, jenazah tersebut adalah milik seorang perempuan.

“Nama lengkapnya Jannatun Cintya Dewi,” bebernya.

Jannatun Cintya Dewi yang dipastikan berjenis kelamin perempuan itu, lanjutnya, lahir di Sidoarjo 12 September 1994.

“Agama Islam. Alamat Dusun Prumpon RT 01/01 Sukodono, Jawa Timur, pelajar dan status belum nikah,” ungkapnya.

Hudi menjelaskan, dari lima jarinya, kondisi jari telunjuk korban terbilang masih sangat baik.

“Dari lima ini, ada satu jari telunjuk yang sangat baik bentuknya,” ujarnya.

Usai mendapatkan sidik jari tersebut, pihaknya langsung membandingkan dengan data tunggal di KTP dan ijazah korban.

Data tersebut dibawa keluarga korban sehingga dapat dipastikan jenazah tersebut adalah Janatun.

Selain data primer, pihaknya juga menemukan data sekunder dari pemeriksaan postmortem. Yakni, Jannatun mengenakan cincin emas di jari tengahnya.

Keterangan antemortem dari pihak keluarga pun mengakui bahwa Janatun terbiasa memakai cincin emas di jari tengah tangan kanannya.

“Kami meyakini ini karena tidak satupun dari sepuluh juta bahkan seratus juta orang uang sidik jarinya sama,” pungkas Hudi.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...