logo

09/11/18

Tren Mabuk Pakai Air Rebusan Pembalut Bekas, Ini Bahayanya!

Tren Mabuk Pakai Air Rebusan Pembalut Bekas, Ini Bahayanya!

NUSANEWS - Tren minum air rebusan pembalut untuk mabuk-mabukan kini kembali merebak di kalangan anak remaja Indonesia, khususnya di Jawa Tengah.

Mereka mengaku melakukannya untuk menyicip seperti apa rasanya pakai narkoba dengan cara yang lebih murah meriah.

Mayoritas anak yang “hobi” menenggak air rebusan pembalut adalah remaja usia tanggung, yaitu sekitar 13-16 tahun. Menurut mereka efek mabuk setelah minum rebusan itu sama seperti efek teler dari sabu.

Sabu, juga dikenal sebagai methamphetamine atau crystal meth, adalah narkotika psikoaktif jenis Amphetamine Type Stimulants (ATS) yang memberikan efek stimulan kuat di otak sehingga menciptakan sensasi euforik (gembira berlebihan serasa di langit ke-tujuh).

Belum jelas apa yang membuat air rebusan pembalut bisa memberikan efek mabuk mirip teler sabu.

Pihak Dinas Kesehatan setempat menduga bahwa zat-zat kimia tertentu seperti chlorine, pengawet, turunan alkohol, serta gel penyerap darah yang ada dalam pembalut mungkin bisa menyebabkannya.

Yang lebih mengejutkan lagi, sejumlah anak peminum rebusan pembalut mengaku meracik minuman mereka dengan merebus pembalut bekas pakai, yang notabene masih mengandung darah.
Sayangnya tidak banyak orang yang tahu bahwa darah sebenarnya adalah racun buat tubuh jika diminum karena sangat kaya zat besi.

Tubuh manusia sulit untuk membilas kelebihan zat besi sehingga ini dapat berpotensi menyebabkan overdosis zat besi, sebuah kondisi yang disebut hematokromatosis. Hematokromatosis dapat menyebabkan berbagai macam masalah, termasuk kerusakan hati, penumpukan cairan di paru-paru, dehidrasi, tekanan darah rendah, dan gangguan saraf.

Satu yang mungkin perlu lebih diwaspadai adalah risiko penularan penyakit. Sebab, banyak jenis penyakit yang dapat ditularkan melalui pertukaran darah. Misalnya saja hepatitis, HIV, dan parvovirus B19.

Jika orang yang menstruasi tersebut memiliki infeksi tertentu, atau membawa virus yang ditularkan melalui darah, ini bisa menularkan penyakit pada orang lain yang meminum darah haidnya.

Tentu saja mengonsumsi seporsi kecil darah tidak akan langsung serta merta membahayakan Anda. Namun semakin sering dan banyak Anda minum darah, semakin besar risiko bahaya yang mungkin terjadi.

Mabuk-mabukan pakai air rebusan pembalut terbilang sebagai fenomena yang cukup baru.

Itu kenapa BNN dan Dinas Kesehatan sampai saat ini masih menyelidik kasus tersebut untuk menyingkap kebenaran adanya kandungan zat psikoaktif di pembalut wanita, termasuk juga potensi dampaknya bagi kesehatan.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...