logo

02/11/18

Tragis! Bocah Cantik Itu Dicabuli sampai Nangis-nangis, Lalu Ditusuk 11 Kali

Tragis! Bocah Cantik Itu Dicabuli sampai Nangis-nangis, Lalu Ditusuk 11 Kali

NUSANEWS - Seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, inisial SNH ditemukan tewas mengenaskan. Sebelas tusukan tersebar di leher dan dadanya. Korban dibunuh usai dicabuli tetangganya, Js.

SNH seorang anak berusia enam tahun. Tidak hanya parasnya yang cantik, ia juga anak yang periang. Ramah kepada siapa pun. Termasuk tetangganya. Ternyata sikap bocah tersebut membuat tetangganya, Js, punya niat lain.

Selasa siang, 30 Oktober, Js menjemput korban di sekolahnya yang juga masih berada di Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur. Korban dijemput menggunakan sepeda motor, kemudian menuju salah satu kebun sawit di daerah itu.

Tiba di lokasi, pelaku melampiaskan nafsu bejatnya kepada anak perempuan itu. Dicabuli. Korban tidak meronta dikarenakan takut. Tetapi, usai dicabuli korban menangis.

Tangisan yang membuat pelaku kalap. Ia menusuk korban menggunakan pisau. Ya. Ada sebelas tusukan yang tersebar di belakang kepala dan dada korban.

Di sisi lain, keluarga korban yang masih setia menunggu anaknya mulai gelisah. Hari semakin sore. Kabar ditemukannya korban pembunuhan menyeruak saat seorang pria, Idris melintas di kebun sawit. Laporan disampaikan ke kepolisian. Sekira pukul 22.30 WITA, kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara.

Pelaku yang sudah diidentifikasi dikejar. Tidak cukup waktu lama untuk meringkusnya. Sekira pukul 23.30 WITA pelaku diciduk. “Korban mengalami luka-luka di belakang kepalanya serta dada, dan ditemukan pisau kecil yang gagangnya terbuat dari sikat gigi batangnya,” kata Kapolsek Wasuponda Ipda Agusman.

Kasat Reskrim Polres Luwu Timur, Iptu Andi Akbar Malloroang mengatakan, peristiwa pembunuhan bocah ini terjadi saat pelaku yang belakangan diketahui berinisial Js umur 25 tahun menjemput di sekolah pukul 15.00 wita. ”Pelaku yang tetangga kampung ini lalu membonceng korban dengan sepeda motor. Lalu membawa bocah ini ke kebun sawit,” katanya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, personel gabungan Polres Lutim melakukan pengamanan di rumah korban dan pelaku. Dikhawatirkan ada tindakan aksi balas dendam.

“Kami sudah melakukan penggalangan dan pengamanan terhadap rumah dan orang tua korban dan tersangka untuk menghindari adanya provokasi yang tidak bertanggung jawab yang dapat mengganggu kamtibmas,” jelasnya.

Js mengaku pembunuhan ini dilakukan korban menangis saat dilakukan pemerkosaan di kebun sawit.

”Pada saat korban menangis keras. Saat itu saya takut jangan sampai ada orang mendengar maka saya menusuk korban dengan menggunakan pisau dan mengenai bagian leher, kepala, dan dada,” katanya kepada penyidik.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...