logo

05/11/18

TKI Tak Dilindungi, Lapangan Kerja Minim, TKA Asing Membanjir

TKI Tak Dilindungi, Lapangan Kerja Minim, TKA Asing Membanjir

NUSANEWS - Eksekusi mati tenaga kerja Indonesia (TKI) Tuti Tursilawati di Arab Saudi beberapa waktu lalu, kerap menuai kontroversi di berbagai kalangan. Bahkan, insiden tersebut sempat dikaitkan dengan kondisi minimnya lapangan kerja di dalam negeri.

"Salah satu penyebab utama banyaknya TKI di luar negeri ya karena mereka tidak bisa mendapatkan pekerja di daerahnya. Makanya perlu adanya peningkatan perekonomian di daerah agar para TKI ini dapat bekerja di daerahnya saja. Jangan sampai pemerintah membuka lapangan kerja namun yang jadi pekerja malah tenaga kerja asing," ujar Juru bicara Cawapres Sandiaga Uno, Anggawira, di Jakarta, Minggu (4/11/2018).

Anggawira menekankan, untuk ke depannya perlu ada peningkatan kompetensi TKI yang akan bekerja di luar negeri. "Perlu ada concernpemerintah untuk bisa membekali para TKI yang akan bekerja di luar negeri dengan kompetensi dan skill yang mumpuni. Kan berdasarkan data sebagian besar TKI kita yang menjadi korban adalah yang bekerja sebagai unskilled labor seperti ART," lanjutnya.

Anggawira berharap kejadian ini dapat menjadi pembelajaran kepada pemerintah untuk bisa meningkatkan komitmennya dalam melindungi pekerja Indonesia di luar negeri.

Lapangan Kerja

Komisi IX DPR RI, Suir Syam, mengatakan, melalui kasus Tuti tersebut mengingatkan kita betapa pentingnya memperbesar lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi rakyat.  "Negara harus bertanggung jawab atas kasus-kasus semacam ini," tegasnya di Jakarta, Minggu (4/11/2018).

Dia pun memastikan jika komitmen pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno untuk meningkatkan lapangan kerja bagi rakyat Indonesia. Hal ini ditujukan, agar tidak ada Tuti yang lain.

Sebelumnya, salah seorang TKI di Arab Saudi, Tuti Tursilawati dieksekusi mati oleh Pemerintah Arab Saudi. Tuti sendiri didakwa hukum mati karena memukul majikannya, Suud Malhaq Al Utibi hingga tewas dengan kayu. Kejadian berlangsung di rumah Malhaq, di Kota Thaif. Tuti juga dituduh membawa lari perhiasan.

Internasional

Anggota Komisi I DPR RI yang membidangi hubungan luar negeri, Elnino M Husein Mohi, mengatakan, sikap Arab Saudi tersebut menunjukkan Presiden Joko Widodo tidak dipandang oleh dunia internasional. Padahal, secara bilateral Indonesia dan Arab Saudi negara sahabat. "Dan ini juga sebagai bukti lemahnya perlindungan pemerintah terhadap TKI," kata Elnino di Jakarta, Minggu (4/11/2018).

Dia mengemukakan, Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto juga pernah menyelamatkan TKI asal Belu, NTT, Wlfrida Soik.

Awalnya Wilfrida dituntut hukuman mati untuk kasus pembunuhan majikannya oleh pengadilan di Malaysia. Tuntutan itu awalnya seolah sulit dilawan, namun Prabowo datang dan menyewa pengacara kelas wahid Malaysia, Tan Sri Shafee, yang akhirnya berhasil membebaskan Wilfrida dari segala tuntutan.

"Kita perlu mengingatkan kembali bagaimana perjuangan Prabowo menyelamatkan seorang TKI di Malaysia Wilfrida Soik yang terancan hukuman mati. Prabowo saat itu menyiapkan pengacara terbaik dengan biaya pribadinya, dan terbang langsung ke Malaysia," papar Elnino.

Pelanggaran

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira, mengatakan, maraknya temuan TKA asal China di lapangan menggambarkan banyaknya pelanggaran serta tidak adanya data yang jelas terkait kebutuhan akan TKA di Indonesia. Menurutnya, Indonesia butuh transparansi data mengenai berapa banyak TKA yang diizinkan untuk bekerja di tanah air.

"Di Singapura ini ada website yang memuat seberapa banyak TKA ini diperbolehkan. Kita enggak punya mekanisme ini. Kita ini berantakan di level implementatif," ujar Bhima di Jakarta,

Sementara itu, terkait Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 Bhima menyatakan bahwa hal ini hanya akan mempermudah TKA untuk masuk ke Indonesia dan tidak berperan besar pada pertumbuhan ekonomi RI.

"Ya intinya Perpres Nomor 20 Tahun 2018 ini hanya akan mempermudah TKA masuk ke tanah air. Temuan Ombudsman bahwa banyak TKA terutama China yang masuk adalah tenaga kerja kasar (unskilled). Ini bukan case per case, tapi ini sudah dalam bentuk data dari Ombudsman," tandasnya.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...