logo

09/11/18

Terpidana Didi Supriyadi Sudah Jadi Buronan Kejati Jabar Selama Dua Tahun

Terpidana Didi Supriyadi Sudah Jadi Buronan Kejati Jabar Selama Dua Tahun

NUSANEWS - Terpidana kasus tindak pidana korupsi yang masuk daftar pencarian orang Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Didi Supriyadi ternyata sudah menjadi buronan selama dua tahun.

Hal itu diungkapkan Kasi Eksekusi Kejati Jabar, Bambang Saputra saat memberikan keterangan kepada media di Kantor Kejari Solo, Jumat (9/11).

"Terpidana ini sudah dua tahun kami tetapkan sebagai DPO. Semenjak putusan dari MA turun pada 2016 lalu turun tenyata terdakwa melarikan diri," jelasnya.

Ia menambahkan, Didi merupakan terpidana perkara tipikor tahun 2010 yaitu korupsi Kredit Usaha Rakyat dengan kerugian negara Rp 1,950 miliar. Dalam putusan MA yang menolak kasasi terpidana dan mengembalikan kepada putusan Pengadilan Tinggi, Didi divonis hukuman penjara selama delapan tahun dan denda Rp200 juta subsider penjara tiga bulan.

Selain itu, ia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp12,305 miliar dan jika tidak sanggup membayar dalam kurun waktu satu bulan dari putusan berkekuatan hukum tetap maka hartanya disita oleh kejaksaan.

"Selama proses persidangan berlangsung terpidana sangat kooperatif, karena itu tidak dilakukan penahanan. Namun saat kami mengupayakan banding, ternyata yang bersangkutan kabur dan baru bisa ditangkap kemarin oleh Kejari Solo," ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, Kejati Jawa Barat mengucapkan terima kasih kepada Kejari Solo dan KPK yang telah membantu penangkapan Didi.

"Kita sudah berusaha mencari terpidana tapi baru sempat ini kita tangkap," ujarnya.

Didi sendiri berhasil ditangkap petugas Kejari Solo di kos Green House, Kerten, Kamis (8/11) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Adapun sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya satu unit mobil Honda CRV, satu unit sepeda motor vespa bersama STNK-nya, sejumlah ponsel, tas, uang sejumlah Rp1.150.000 dan uang Rp45.000, 12 cincin akik, buku tabungan, sim serta dompet.

"Ini merupakan hasil koordinasi Kejari Solo, Kajati Jawa Barat dan Unit Koordinasi Supervisi Penindakan dari KPK," ujar Teguh Subroto, Kejari Solo.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...