logo

22/11/18

Tak Cuma Pemukiman, Kuburan Juga Jadi Korban Tambang Pasir Takalar

Tak Cuma Pemukiman, Kuburan Juga Jadi Korban Tambang Pasir Takalar

NUSANEWS - Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat, terdapat 20 rumah masyarakat pesisir dan nelayan Galesong, Desa Bontosunggu dan Desa Tamasaju, Kabupaten Takalar, yang rusak akibat penambangan pasir laut.

Penambangan pasir laut ini dilakukan kapal penambang dari perusahaan Boskalis dan Jan De Nul untuk kebutuhan pasir proyek reklamasi Center Poin of Indonesi (CPI) di Kota Makassar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Staf Advokasi Walhi Sulsel Muhaimin kepada pojoksulsel.com, Kamis (22/11/2018).

Muhaimin membeberkan, kejadian itu telah berlangsung kurang lebih 3 bulan sejak Desember 2017 – Maret 2018, hingga yang belum tercatat sampai saat ini.

Tidak hanya pemukiman warga, kata Muhaimin, namun dampak abrasi juga menyebabkan amblasnya tanah pekuburan umum di dua desa Kecamatan Galesong Utara, Takalar.

“Dampak yang paling parah adalah terjadinya abrasi pantai sejak November tahun 2017 yang merusak kuburan umum milik masyarakat di Desa Mangindara dan Desa Sampulungan Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar,” jelas Muhaimin.

“Sejak dua hari yang lalu sudah sebanyak 8 kerangka tulang manusia dari kuburan umum yang berserakan di bibir pantai telah dikumpulkan oleh masyarakat desa setempat,” sambung Muhaimin.

Muhaimin mengatakan, Aliansi Selamatkan Pesisir (ASP) bersama masyarakat nelayan Galesong Raya sejak tahun 2017 hingga saat ini, masih menolak alokasi ruang untuk pertambangan pasir laut dalam Ranperda RZWP3K tersebut yang saat ini tengah dibahas oleh DPRD Sulsel.

“RZWP3K itu seluas 26,262.54 hektare. Khusus kabupaten Takalar, alokasi ruang tambang pasir laut blok Spermonde seluas 9,348.69 hektare. Alokasi ruang zona jasa dan perdagangan yang secara khusus diarahkan untuk mengakomodir rencana dan proyek reklamasi di Sulsel seluas 3.849,98 hektare,” papar Muhaimin yang juga Koordinator ASP.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...