logo

26/11/18

Sudah Disusupi dan Ditunggangi HTI, Polisi Harus Gagalkan Aksi Reuni Alumni 212

Sudah Disusupi dan Ditunggangi HTI, Polisi Harus Gagalkan Aksi Reuni Alumni 212

NUSANEWS - Aksi reuni alumni 212 tahun ini kembali akan digelar di Monumen Nasional (Monas) Minggu, (2/2/2018).

Kegiatan itupun juga sudah mendapat lampu hijau dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Akan tetapi, tak semua kalangan setuju dengan gerakan tersebut dan menolak keras aksi yang awalnya bertujuan untuk memenjarakan Ahok yang dianggap penista Islam itu.

Sejumlah penolakan dari masyarakat pun bermunculan. Alasannya, kegiatan itu sudah menjadi alat untuk kepentingan politik tertentu.

Seperti Gerakan Jaga Indonesia yang keras menyatakan penolakan atas aksi reuni alumni 212 itu.

Demikian disampaikan, Ketau Umum Gerakan Jaga Indonesia Budi Djorot di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (26/11/2018).

Menurut Djorot, penolakan itu akan dimulai dengan pemasangan 1000 spanduk di Jakarta.

“Kita sudah mulai pasang spanduk penolakan itu,” bebernya.

Sayangnya, lanjut dia, ada pihak-pihak tertentu yang tak menghendaki pihaknya memasang spanduk penolakan tersebut.

“Ada yang ilang. Kadang ada yang nyabut. Makanya kita lapor ke polisi prihal pencabutan (spanduk penolakan),” jelas Djarot.

Selain sarat dengan muatan politik, kata Djarot, agenda aksi 212 juga ditengarai ditunggangi ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Ormas yang bertentangan dengan NKRI dan Pancasila itu, disebutnya masih berusaha terus mendakwahkan ideologi khilafah.

“Ini gerakan ideologi khilafah yang masif. Ribuan peserta aksi dari berbagai penjuru telah masuk ke Jakarta,” katanya.

Djarot juga menyebut, massa aksi juga telah terang-terangan melakukan parade pengibaran bendera tauhid.

Karena itu, lanjut Djarot, pihaknya mendesak kepolisian agar besikap tegas menggagalkan aksi Reuni 212 tersebut.

“Hari ini kita datangi polda untuk mendesak kepolisain agar mencegah berbagai bentuk aksi beranasir agama, khusunya aksi reuni alumni 212,” tegasnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...