logo

05/11/18

Soal Eksekusi Mati, PAN: Prabowo Bisa Naikkan Daya Tawar Bangsa

Soal Eksekusi Mati, PAN: Prabowo Bisa Naikkan Daya Tawar Bangsa

NUSANEWS - Eksekusi mati yang dialami Tuty Tursilawati di Arab Saudi, Senin (29/10) lalu menjadi bukti lemahnya daya tawar kita sebagai bangsa. Pasalnya eksekusi itu tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu.

Menurut Ketua DPP PAN, Yandri Susanto yang kini mengusung Clon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyatakan bahwa capresnya bisa meningkatkan daya tawar tersebut.

"Kita akui ada yang kita loloskan karena ada beberapa yang mau dihukum mati namun bisa diloloskan, misalnya dulu di Malaysia dijemput oleh Pak Prabowo bisa juga dibebaskan, berarti harus nunggu Pak Prabowo jadi presiden ya, mungkin iya," kata Yandri dalam diskusi publik di Komplek DPR, Jakarta, Senin (5/11).

Sambung dia, kasus eksekusi mati Tuti yang tanpa notifikasi itu telah merendahkan harkat dan martabat Indonesia. Maka dari itu, PAN menginginkan daya tawar yang dilakukan pemerintah terhadap negara tempat TKI dihukum mati itu harus tinggi.

"Yang perlu bisa kita lakukan ke depan itu menaikan daya tawar kita lewat G to G, negara dengan negara. Siapapun yang memimpin negara ini untuk berusaha agar warga negara kita bisa dilindungi," terang anggota DPR itu.

Legislator asal Banten itu menyebut menaikan daya tawar juga bisa dilakukan secara formal maupun informal yang terpenting nyawa anak bangsa ini diselamatkan.

Berkaca pada kasus Tuti ini, Yandri menegaskan bahwa pemerintah Arab Saudi tidak menganggap Indonesia sebagai negara yang berdaulat.

"Ini tidak bisa dibiarkan. Pemerintah Arab Saudi tidak nganggap tuh Indonesia, tidak nganggap ada KBRI-nya, ada Konjen-nya, nah ini perlu dikaji," pungkasnya. [rus]

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...