logo

27/11/18

Setelah Ahok, PDIP Persilakan Habib Rizieq Bergabung, “Ini Soal Kebangsaan”

Setelah Ahok, PDIP Persilakan Habib Rizieq Bergabung, “Ini Soal Kebangsaan”

NUSANEWS - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) disebut akan bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) setelah dirinya bebas dari penjara. Klaim itu diungkapkan oleh Djarot Saiful Hidayat yang merupakan wakilnya saat memimpin Ibu Kota.

Saat dikonfirmasi, politikus PDIP Aria Bima mengatakan, partai yang dikomandoi oleh Megawati Soekarnoputri ini adalah rumah kebangsaan yang fondasinya adalah Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945. Sehingga siapapun bisa masuk ke PDIP. Dengan catatan ikut memperkuat fondasi tersebut.

“Jadi setelah masuk, mari bersama dukuk bicara soal bagaimana fondasi ini makin kuat dan atap NKRI iti tidak roboh,” ujar Aria Bima di Posko Cemara, Jakarta, Selasa (27/11).

Oleh sebab itu siapapun anak bangsa bisa bergabung dengan PDIP. Bukan hanya Ahok saja. Sehingga partai berlogo banteng ini terbuka lebar kepada anak bangsa yang ingin ikut memperkokoh Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan NKRI.

“Jadi jangankan Ahok, mau Habib Rizieq Shihab (Imam Besar FPI), Munarman (Anggota FPI), Kapitra Ampera ya silakan. Karena PDIP adalah rumah kebangsaan,” katanya.

Aria Bima membantah kalau bergabungnya Ahok hanya untuk menaikkan elektabilitas PDIP. Tidak ada kiatannya hal itu. Menurutnya, ini adalah soal kebangsaan dengan memperkokoh Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Jadi Ahok dan PDIP itu bukan soal elektabilitas. Ini soal kebangsaan,” katanya.

Sementara Kapitra Ampera yang dahulu juga bersebrangan dengan Ahok akhirnya nanti bisa duduk bersama dengan menguatkan nilai-nilai kebangsaan Indonesia.

“Jadi nanti bisa membangun konsensus dalam suatu rumah kebangsaan yakni PDIP,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat mengaku sudah bertemu langsung dengan Ahok‎. Pria kelahiran Belitung tersebut dikatakan Djarot, akan bergabung dengan partai berlogo banteng ini.

‎”Makanya dia (Ahok) bilang, kalau nanti saya masuk politik, saya akan pasti masuk PDIP,” ujar Djarot di kawasan Sleman, Jawa Tengah, Senin (26/11).

Lebih lanjut, Djarot mengatakan dalam pertemuannya tersebut, Ahok berkeinginan supaya pendukungnya bisa memberikan pilihan ke Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Sehingga Ahok tidak menginginkan pendukungnya yakni ‘Ahokers’ untuk golput. Karena PDIP berada di garis terdepan dalam membela dan memperjuangkan Pancasila.

Sekadar informasi, kalau nanti Ahok memilih PDIP untuk tempat terbarunya. Maka partai yang dimotori oleh Megawati Soekarnoputri adalah kendaraan politik keempat.

Pertama pada tahun 2004-2008 Ahok bergabung ke Partai Keadulatan Bangsa Indonesia Baru. Setelah itu pada 2008-2012 mantan Bupati Belitung Timur ini bergabung ke Partai Golongan Karya (Golkar). Kala itu dia terpilih menjadi Anggota Komisi II DPR.

Ingin meraih jenjang yang lebih tinggi menjadi kepala daerah di DKI Jakarta. Ahok pun memutuskan pindah dari Partai Golkar ke Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pada 2012-2014.

Namun di 2014 dia memutuskan keluar dari Partai Gerindra. Alasannya karena dia ingin fokus menjadi Gubernur DKI Jakarta. Pasalnya di 2014 silam kepala daerah perlu menjadi juru kampanye do Pilpres pasangan ‎Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...