logo

24/11/18

Sepak Terjang Preman Jakarta Hercules, Pernah Dimintai Tolong Polisi Kerahkan Anak Buahnya Cari Buron, Kini Ditangkap Polisi

Sepak Terjang Preman Jakarta Hercules, Pernah Dimintai Tolong Polisi Kerahkan Anak Buahnya Cari Buron, Kini Ditangkap Polisi

NUSANEWS - Siapa yang tidak kenal Hercules, saat ini namanya kembali ramai dibicarakan setelah ia ditangkap jajaran polisi Polres Metro Jakarta Barat di rumahnya, di Kompleks Kebon Jeruk Indah, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (21/11/2018).

Memiliki nama lengkap Hercules Rosario Marcal, ia ditangkap karena aksi premanisme yang dilakukan anggotanya yang menyeret ia sebagai pimpinan.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi, aksi premanisme penguasaan lahan yang dilakukan anggota Kelompok Hercules dipimpin oleh Hecules sendiri.

“Kasusnya itu terkait dengan penyerangan kompleks ruko di Kalideres, PT Nila (Alam) oleh 60 orang preman, dipimpin langsung oleh Hercules,” ujar Hengki, Rabu.

Plang lahan dijadikan sebuah barang bukti oleh polisi untuk bisa menetapkan Hercules sebagai tersangka. Hercules dan kawan-kawannya disangkakakan Pasal 170 KUHP tentang Perusakan terhadap Barang atau Orang dan Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan, dengan ancaman penjara 7 tahun.

Nama Hercules memang harum di kalangan preman, ia bukanlah nama baru, Hercules bahkan dikenal sebagai preman nomor wahid di Jakarta dan sering berurusan dengan penegak hukum.

Namun lelaki asal Timor Leste yang memilih menjadi warga negara Indonesia ketika tanah kelahirannya jadi negara berdaulat ini pernah juga berjasa bagi polisi.


Polisi Tangkap Hercules Terkait Penguasaan Lahan di Kalideres

Pernah diminta cari buron oleh polisi.

Pada tahun 2012 lalu, Hercules pernah dimintai tolong oleh polisi untuk mencari buron kasus penyerbuan rumah duka Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.

Hercules mengaku ia diminta polisi mencari tersangka Edward Tupessy alias Edo Cs, yang diduga sebagai otak penyerbuan.

Hercules menuturkan sebelum terjadi penangkapan terhadap Edo CS, dirinya diminta oleh polisi untuk membantu ikut mencari otak penyerbuan di RSPAD Gatot Subroto. Ketika itu Hercules sedang berada di Yogyakarta sehingga permintaan bantuan dari polisi disampaikan lewat telepon.

“Nanti saya bantu lewat teman-teman,” ujar Hercules kepada polisi.

Hanya selang sehari setelah dimintai tolong polisi, Hercules tiba di Jakarta dan langsung mengerahkan anak buahnya untuk mencari Edo. Edo lantas berhasil ditangkap dan menemui Hercules.

“Kemudian Edo datang ketemu saya. Itu merupakan pertama kali ketemu,” ujarnya.

Keluar masuk penjara.

Walaupun pernah membantu polisi, Hercules juga sudah berkali-kali berurusan dengan polisi dimana kali ini ia yang dianggap bersalah.

Pada 19 Desember 2005, Hercules pertama kali ditangkap oleh polisi setelah anggota kelompoknya menyerang kantor harian IndoPos di daerah Jakarta Selatan.

Pasalnya media tersebut telah menerbitkan tulisan berjudul Reformasi Preman Tanah Abang: Hercules Kini Jadi Santun, mengaitkan Hercules dengan premanisme.

Hercules kemudian dijatuhi vonis dua bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Mei 2016. Kemudian dalam persidangan kasus lain pada Senin (3/6/2013) seperti dikutip dari Kompas.com, ia dianggap telah membubarkan apel polisi di Srengseng, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kasat Reskrimum Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Hengky Haryadi, yang diperiksa sebagai saksi dalam sidang tindak kekerasan oleh Hercules Rozario Marcal pada waktu itu. Hercules dan puluhan anggotanya pun ditangkap sebelumnya pada 8 Maret 2013.

Berdasarkan fakta-fakta di lapangan, Herculis terbukti melakukan tindakan melawan petugas. Ia pun diganjar kurungan tiga bulan penjara dan denda Rp50 juta pada 8 Mei 2014.

Penangkapan terbaru Hercules atas kasus penguasaan lahan kali ini pun disambut baik dan diapresiasi maysrakat untuk memberantas aksi premanisme.

Ini terlihat dari puluhan karangan bunga yang berjajar di akses masuk gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat (23/11/2018).

Karangan bunga tersebut berisi ungkapan terimakasih masyarakat kepada Kapolda Metro Jaya, beberapa di antaranya bertuliskan.

“Maju terus Kapolda Metro Jaya memberantas premanisme. Warga Kembangan Selatan,” demikian bunyi tulisan pada salah satu karangan bunga.

“Kami mendukung Kapolda Metro Jaya memberantas premanisme. Warga Meruya Selatan,” begitu tulisan pada karangan bunga yang lain.



SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...