logo

25/11/18

Sebut CIA Tak Bisa Dipercaya, Pangeran Saudi: Buktinya, Mana Senjata Kimia di Irak?

Sebut CIA Tak Bisa Dipercaya, Pangeran Saudi: Buktinya, Mana Senjata Kimia di Irak?

NUSANEWS - Pangeran senior Arab Saudi, Turki Al-Faisal bikin pernyataan mengejutkan. Dia bilang Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (AS) atau CIA tidak bisa dipercaya.

CIA disebut-sebut memiliki rekaman percakapan telepon yang berisi instruksi Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) untuk membunuh Jamal Khashoggi.

Turki Al-Faisal meragukan informasi itu. Apalagi, katanya, CIA sudah pernah terbukti tidak akurat dalam memberikan informasi.

"CIA bukanlah suatu standar tertinggi dalam kebenaran atau akurasi dalam menilai sebuah situasi. Ada banyak contohnya," ujar Al-Faisal dilansir dari Reuters, Minggu (25/11/2018).

Al-Faisal merupakan mantan pimpinan intelijen Saudi dan Duta Besar Saudi untuk AS. Ia mencontohkan saat CIA menyebut soal kepemilikian senjata kimia Irak yang menyebabkan terjadinya invasi AS ke Irak pada 2003.

Kejadian itu, lanjut dia, merupakan bukti paling nyata ketidakakuratan informasi CIA. Kesalahan itu kemudian berakibat fatal. Perang tak terhindarkan dan ribuan orang mati terbunuh.

"Makanya saya heran AS tidak mengadili CIA. Ini adalah jawaban saya untuk penilaian mereka tentang siapa yang bersalah dan siapa yang tidak, dan siapa yang melakukan apa di konsulat di Istanbul," imbuh Al-Faisal.

Kolumnis media lokal Turki, Hurriyet Daily News, Abdulkadir Selvi mengatakan bahwa Direktur CIA Gina Haspel 'mengisyaratkan' dalam kunjungan ke Ankara bulan lalu, soal keberadaan hasil penyadapan panggilan telepon antara MBS dengan adiknya, Pangeran Khalid bin Salman (KBS), yang menjabat sebagai Duta Besar Saudi untuk AS.

Menurut sumber-sumber yang dikutip Selvi, MBS dan adiknya terdengar membahas 'ketidaknyamanan' yang muncul akibat kritikan Khashoggi untuk pemerintah Saudi yang disampaikan terang-terangan di depan publik. Tidak disebut lebih lanjut kapan panggilan telepon itu dilakukan.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...