logo

23/11/18

Satu Keluarga Jadi Korban, Si Kakek Hanya Terima Uang Pemakaman

Satu Keluarga Jadi Korban, Si Kakek Hanya Terima Uang Pemakaman

NUSANEWS - PT Jasa Raharja (Persero) rencananya akan menuntaskan pemberian santunan kepada para ahli waris korban pesawat Lion Air JT-610. Santunan itu sebesar Rp 50 juta per penumpang.

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Budi Rahardjo Slamet mengatakan, hingga Kamis (22/11) kemarin, dari total 109 jenazah yang berhasil diidentifikasi, 103 ahli waris telah menerima santunan.

Untuk ahli waris dari 16 penumpang yang baru teridentifikasi hari ini, juga akan diserahkan santunannya segera. “Sesuai data yang kami peroleh hari ini, ada 16 teridentifikasi. Insyaallah hari ini kami akan segera menyelesaikan penyerahan santunan,” kata dia di Rumah Sakit Bhayangkara, Jakarta, Jumat (23/11).

Namun Budi mengatakan, ada penumpang yang tidak mendapat santunan sebesar Rp 50 juta. Itu lantaran satu keluarga menjadi korban di pesawat yang jatuh di perairan Karawang pada 29 Oktober lalu.

Sesuai aturan pemerintah, ahli waris bersifat vertikal. Artinya, mereka yang menjadi ahli waris yakni istri jikalau suaminya meninggal atau sebaliknya. Lalu, anak jika kedua orang tuanya meninggal atau sebaliknya.

Untuk itu, pihak keluarga korban tersebut hanya mendapat santunan pemakaman. “Karena tadi ada dua anak yang kebetulan kedua orang tuanya menjadi korban, kami membayarkan biaya penguburan, biaya penguburan ini diberikan kepada kakek,” jelas Budi.

Biaya dimaksud kata dia sebesar Rp. 4 juta. Sementara total santunan yang dikeluarkan Jasa Raharja hingga saat ini sebesar Rp. 5.058.000.000.

Sejauh ini, pihaknya memegang data seluruh  ahli waris dari korban. Namun ada satu ahli waris yang belum diketahui datanya. “Kecuali satu warga negara asing dari Itali belum tahu siapa ahli warisnya,” imbuhnya.

Namun pihaknya akan segera berkoordinasi dengan otoritas terkaitn. “Sehingga penyelesaian santunan Jasa Raharja segera mungkin akan kami serahkan,” pungkas Budi.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...