logo

08/11/18

Sandiaga Tolak Bicara Draf Aliansi: Kita Fokus Bicara Ekonomi

Sandiaga Tolak Bicara Draf Aliansi: Kita Fokus Bicara Ekonomi

NUSANEWS  - Cawapres Sandiaga Uno menanggapi pernyataan Ketum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra yang menyebut Prabowo Subianto tak merespons 'draf aliansi' dari para ulama. Sandiaga menyebut pihaknya hanya ingin fokus ke persoalan ekonomi.

"Kita fokusnya ekonomi. Kita sudah hentikan pembicaraan yang tidak memfokuskan ekonomi," kata Sandiaga usai menghadiri deklarasi relawan PS19-NKRI di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (8/11/2018).

Bagi Sandiaga berbicara masalah ekonomi Indonesia merupakan hal yang penting dibanding dengan lainnya. Menurutnya, saat ini banyak masyarakat yang mengeluh dengan keadaan perekonomian Indonesia.

"Karena yang dikeluhkan masyarakat adalah ekonomi dan kita lebih baik menghabiskan energi untuk berbicara diskursus di ekonomi," kata Sandi.

Ketika disinggung soal kebenaran apakah draf aliansi itu pernah diajukan ke Prabowo. Sandiaga kemudian menyinggung hasil Ijtima Ulama II.

"Draf, kita udah tandatangan kok deklarasi politik, sudah kita tandatangani dan itu sudah kita umunkankan yang hasil Ijtima Ulama II," kata sandi.

Draf aliansi ini disinggung Yusril soal koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga Uno. Draf aliansi dari ulama ini tidak direspons Prabowo.

Yusril mengungkit 'draf aliansi' itu guna menanggapi pernyataan Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman yang mempertanyakan pernyataannya soal pemilu di Indonesia dan di Malaysia. Menurutnya, wajar saja dirinya berbicara tentang koalisi Prabowo dan membandingkannya dengan pemilu di Malaysia.

"Tidak pernah saya menyamakannya, tetapi dalam hal membentuk 'koalisi' (yang sebenarnya tidak ada dalam sistem presidensial), perbandingan dengan Malaysia itu akan banyak membantu dalam menyusun 'koalisi' dalam pemilu serentak di Indonesia," kata Yusril.

Sementara itu, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengaku tak pernah mengetahui tentang 'draf aliansi' itu. "Saya nggak pernah baca ya. Saya nggak pernah dengar ada draf itu dari Pak Yusril atau dari PBB," kata Muzani.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...