logo

09/11/18

Prabowo, Sandi dan Gus Solah Ingin Selamatkan Ekonomi Indonesia

Prabowo, Sandi dan Gus Solah Ingin Selamatkan Ekonomi Indonesia

NUSANEWS - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan pertemuan antara Prabowo-Sandi dengan pengasuh pondok pesantren Tebuireng, KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah pada Rabu (7/11) hanya membicarakan persoalan ekonomi dan tidak membicarakan politik.

"Ini hanya diskusi, kan bisa dilakukan dengan siapa saja. Gus Solah sebagai cucu pendiri NU, ingin memastikan perbaikan ekonomi yang dijanjikan Prabowo," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan pertemuan tersebut hanya membicarakan ekonomi dan masa depan bangsa Indonesia, terkait bagaimana menyelamatkan kondisi ekonomi Indonesia yang semakin berat.

Menurut dia, saat ini memang ada pertumbuhan ekonomi namun menurun dan kondisi daya beli seorang terhadap suatu barang menurun. "Ini yang kita lihat, kedepan ini harus diantisipasi jika mandat rakyat kita dapatkan. Karena ini proses yang sangat penting," ujarnya.

Muzani mengatakan pembicaraan antara Prabowo-Sandi dengan Gus Solah terkait bagaimana menyelamatkan ekonomi dan Nahdlatul Ulama (NU) adalah bagian penting karena anggotanya sangat banyak.

Dia menilai Gus Solah memiliki concern dan kepentingan yang sama dengan Prabowo-Sandi yaitu bagaimana menyelamatkan ekonomi negara dan rakyat.

Sebelumnya, cawapres Sandiaga Uno mengatakan dirinya dan Prabowo Subianto bertemu dengan pengasuh Pondok Pesantren (PP) Tebuireng, Jombang, KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah dan membahas persoalan ekonomi.

Pertemuan tersebut digelar di kediaman Prabowo, Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/11).

Dalam pertemuan itu juga dihadiri penasihat ekonomi Prabowo-Sandi, Kwik Kian Gie dan mantan Menteri koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli.

Semen

Kebijakan impor pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) terus disoroti oleh Koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Setelah beras dan gula, kali ini Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 7 Tahun 2018 terkait perluasan impor bahan baku semen (Klinker) dan semen dipersoalkan.

"Ayo sekarang kita berdebat masalah substansial. Sekarang pelaku industri semen di Indonesia, khususnya BUMN, seperti  Semen Indonesia, Tonasa, Semen Padang, Gresik, mereka mengeluhkan perluasan impor klinker semen dan juga semen biasa oleh pemain lokal," kata Juru Bicara Prabowo-Sandi, Andre Rosiade di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Dia berpendapat, klinker dan semen dari pasar internasional dipermudah masuk ke Indonesia oleh Permendag mengancam industri semen dalam negeri.

Lebih lanjut dia mengatakan, banyak perusahaan semen saat ini yang terpaksa menurunkan produksinya hingga 20% lantaran banyaknya impor semen tersebut. Dikatakannya, seharusnya produksi semen di Indonesia terus tumbuh dengan banyaknya proyek infrastruktur.

"Sementara yang terjadi sekarang ini justru‎ banyak pabrik semen mengurangi produksinya dan laba bersih mereka turun," katanya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...