logo

20/11/18

Prabowo-Sandi Cuma Enakin Gerindra Sih, Jangan Salahkan yang Lain

Prabowo-Sandi Cuma Enakin Gerindra Sih, Jangan Salahkan yang Lain

NUSANEWS - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sepertinya sudah memberikan peringatan tegas kepada Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

SBY menegaskan, dirinya tidak pernah memaksa ketua umum partai polisi koalisi saat dua kali mencalonkan diri sebagai capres pada 2004 dan 2009 lalu.

Pernyataan SBY itu menjadi isyarat tegas bahwa partai berlambang bintang mercy itu tak mau dipaksa untuk mengkampanyekan Prabowo-Sandi.

Demikian disampaikan pemerhati politik sekaligus Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra saat dihubungi redaksi, Selasa (20/11/2018).

Iwel menyatakan, Pemilu 2019 digelar secara serentak.

Artinya, setiap parpol dipaksa bertarung dua kali di medan perang yang sama. Yaitu, Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presdien.

Dalam kondisi demikian, terangnya, yang paling diuntungkan adalah parpol yang mengusung kadernya sebagai capres atau cawapres.

Konteks saat ini, yang diuntungkan adalah, PDIP (Joko Widodo) dan Partai Gerindra (Prabowo Subianto).

Malah, partai berlambang kepala burung garuda itu akan mendapatkan keuntungan lebih dalam urusan efek ekor jas (cocktail effect).

Sebab, Sandiaga Uno yang menjadi pasangan Prabowo, adalah kader Gerindra meskipun di awal pencapresan sudah mengundurkan diri.

“Gerindra kan enak, belum lagi ketua tim koalisi dari Gerindra (Djoko Santoso),” ujar Iwel.

Lalu bagaimana dengan Partai Demokrat, PAN, PKS dan Partai Berkarya yang menjadi bagian kolisi Prabowo-Sandi?

Menurut Iwel, karena Pemilu serentak lah yang membuat Keempat paspol tersebut lebih memikirkan partainya ketimbang Pilpres.

“Dan ini menunjukkan bahwa komunikasi politik di koalisi ini masih belum lancar, masih asyik jalan-jalan sendiri aja,” jelasnya.

“Ya itu karena kawin paksa tadi,” tutupnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...