logo

05/11/18

Polisi Indonesia, Bripka Dewi Bangun Masjid Di Darfur Sudan

Polisi Indonesia, Bripka Dewi Bangun Masjid Di Darfur Sudan

NUSANEWS - Sejumlah sikap kemanusiaan ditunjukkan pasukan penjaga perdamaian yang berasal dari TNI atau Polri, cukup banyak dikisahkan. Bahkan keberadaan pasukan ini diapresiasi oleh negera setempat.

Sekelumit sikap tersebut dilakukan Bripka Dewi Suryani. Anggota Polri itu turut terlibat pembangunan masjid di Darfur, Sudan.

Dewi turut mewujudkan pembangunan masjid dengan nama "Ar Rahman". Bukan sendirian, anggota polisi wanita Polda Sumatera Barat ini didukung tokoh agama dan masyarakat setempat.

"Awalnya saya temui musala dari ranting kayu, kalau musim hujan, orang salat basah kehujanan, makanya saya buatkan masjid di sini” ungkap Bripka Dewi Suryani dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (5/11).

Bagi Bripka Dewi Suryani menjadi anggota Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB atau "United Nations-African Union Hybrid Operation in Darfur" (UNAMID) merupakan yang kedua kalinya di negara yang sama yakni Darfur Sudan.

Sebelumnya, Dewi pernah terlibat penugasan mewakili anggota Polri yang bertugas sebagai penjaga misi perdamaian pada wilayah "sector central" di Darfur Sudan sekitar 2014.

Meskipun berjarak ribuan kilometer terpisahkan dengan keluarga, Dewi tetap memiliki dedikasi tinggi ikut menjaga perdamaian di negara yang disebut tanah hitam tersebut.

Dewi turut merasakan kesulitan, seperti halnya masyarakat setempat, untuk melaksanakan ibadah di wilayah yang mayoritas beragama Islam itu.

Karena hal itu, Dewi beritikad membangun masjid agar memudahkan masyarakat sekitar beribadah dan berkumpul menjalin komunikasi.

Pembangunan masjid itu bertujuan juga untuk mengurangi perselisihan yang muncul akibat kesalahpahaman. 

Dewi yang telah bertugas selama sembilan bulan itu awalnya mendapatkan kepercayaan kembali dari Polri sebagai "Individual Police Officer" (IPO) sehingga harus meninggalkan tiga anak berusia delapan tahun hingga 12 tahun dan tugasnya sebagai anggota Polda Sumatra Barat.

Dewi mendapatkan pembekalan "Pre Deployment Training" (PDT) selama tiga pekan yang diselenggarakan satuan kerja Polri Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) dikepalai Irjen Polisi HS Maltha.

Selanjutnya, Dewi bersama beberapa rekannya menjalankan kegiatan seperti pelatihan mengemudi, pengenalan misi PBB dan "United Nations Core Value", pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, serta simulasi kerja.

Pembekalan itu digelar di ruangan " Command Post Exercise" (CPX) bertempat di Pusat Latihan Multi Fungsi Cikeas Bogor Jawa Barat. Bagi anggota Polri yang terpilih wajib mengikuti pelatihan itu sebagai bekal melaksanakan tugas pada misi pemeliharaan perdamaian PBB.

Dewi bersama delapan anggota Polri lainnya diberangkatkan menuju daerah tugas oleh Kepala Biro Misi Internasional Polri Brigjen Polisi Krishna Murti.

Polwan asal Polda Sumatra Barat itu mendapatkan penugasan di wilayah Shangil Tobaya yang berlokasi sekitar 45 menit perjalanan menggunakan helikopter dari pusat komando misi UNAMID, El Fasher. [jto]

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...