logo

21/11/18

Polda Akui Belum Bisa Memberikan Kesimpulan Mengenai Kasus Pemerkosaan Mahasiswa UGM

Polda Akui Belum Bisa Memberikan Kesimpulan Mengenai Kasus Pemerkosaan Mahasiswa UGM

NUSANEWS - Polda Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) menanganinya secara hati-hati. Jadi tidak ada target kapan bisa mendapat kesimpulan.

“Kasus ini ditangani dengan kehati-hatian, tidak grusa-grusu (terburu-buru). Semua harus sabar, karena ini kasus asusila. Tidak hanya mempertimbangkan aspek korban saja, tapi semuanya,” kata Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto, Selasa 20 November 2018.

Lebih lanjut, ia mengatakan saat ini prosesnya masih tahap penyelidikan. Penyidik terus melakukan pengumpulan data. Petugas tak hanya mengumpulkan keterangan dari penyintas, tapi juga dari pihak-pihak yang bersangkutan.

Polda DIY telah berkoordinasi dengan Polda Maluku. Namun apakah pihak kepolisian di Maluku juga sedang melakukan penyelidikan atau belum, itu bukan ranahnya untuk memberikan pernyataan.

“Hingga saat ini masih belum ada kesimpulan. Sampai sekarang juga belum sampai ke arah pelimpahan ke Polda Maluku,” kata Yulianto.

Polisi juga belum memutuskan apakah dibutuhkan visum bagi penyintas atau tidak. Sebab keperluan visum hanya dibutuhkan untuk menambah bukti saat proses di pengadilan. “Visum diperlukan manakala itu di tahap penyidikan. Visum keperluan pembuktian di pengadilan,” katanya.

Seperti diketahui, mahasiswa teknik UGM berinisial HS diduga melakukan tindak pelecehan seksual terhadap rekannya saat menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Seram, Maluku. Insiden terjadi pada 2017 lalu. Korban yang diketahui dari mahasiswi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), saat ini masih mendapatkan pendampingan psikologi.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...