logo

22/11/18

Pengamat: Sosok Seperti Ahok Cocok Jadi Ketua Umum PSSI

Pengamat: Sosok Seperti Ahok Cocok Jadi Ketua Umum PSSI

NUSANEWS - Edy Rahmayadi kembali didesak mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI seiring dengan kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Sebagian warganet bahkan mengajukan nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai kandidat untuk menggantikan Edy Rahmayadi.

Keberhasilan Ahok dalam membawa perubahan sekaligus memerangi tindak korupsi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta dianggap jadi modal kuat untuk memajukan organisasi sepak bola.

Pengamat sepak bola nasional Tommy Welly mengakui Ahok merupakan sosok yang cocok untuk menempati posisi Ketua Umum PSSI. Sebab, mantan Gubernur DKI Jakarta itu dinilai sebagai sosok yang memiliki integritas tinggi.

Integritas, kejujuran, dan keadilan dalam sepak bola Indonesia disebut Tommy Welly menjadi penyakit yang saat ini sedang menjadi wabah di sepak bola Indonesia, baik di dalam kompetisi maupun di kepengurusan organisasi.

"Kalau yang dikumandangkan sosoknya Ahok, sosok yang punya integritas, itu klop, tepat. Sepak bola Indonesia butuh pemimpin yang omongan dan tindakannya sama," kata Tommy Welly yang akrab disapa Towel melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/11).

Ketum PSSI Edy Rahmayadi dianggap gagal mengangkat prestasi sepak bola Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Tapi juga harus dipikirkan latar belakang sepak bolanya. Karena biasanya dalam konteks pencalonan Ketua Umum PSSI sosok calon ketua umum harus terlibat aktif di persepakbolaan dalam kurun waktu lima tahun terakhir, jadi itu harus dipikirkan," sambung Towel.

Faktanya, Ahok belum pernah terlibat secara aktif di dunia persepakbolaan. Namun, Towel mengungkapkan, Ahok merupakan sosok yang memang dibutuhkan sepak bola Indonesia saat ini karena integritasnya.

Untuk memperbaiki moral organisasi sepak bola Indonesia, lanjut Towel, tidak hanya dibutuhkan perubahan dari sisi pimpinannya saja. Tapi, juga perubahan secara besar-besaran di kalangan Komite Eksekutif (Exco) melalui pergantian dengan sosok yang sama-sama memiliki integritas tinggi seperti pimpinannya.

"Karena semua ketidakjujuran, tidak adanya integritas itu sudah dipahami oleh lingkungan kepengurusan PSSI sekarang. Artinya mereka paham selain ketua, exco dan lainnya juga harus diganti dengan sosok yang punya integritas yang sama dengan pemimpinnya."

"Mohon maaf, kalau misalnya masih ada pentolan, tokoh-tokoh yang selama ini begitu dominan seperti Joko Driyono, dalam momen tertentu di isu-isu utama dia tidak bicara apa-apa seperti kasus suporter meninggal dan rumor pengaturan skor," ujar Towel.

Menurutnya, mental kepengurusan PSSI harus dirombak. Tak hanya posisi pemimpin yang membutuhkan sosok Ahok, sejumlah posisi kunci di PSSI juga harus diisi orang-orang yang memiliki integritas seperti Ahok.

"Jadi tidak hanya ketuanya yang diganti, tapi juga posisi-posisi kunci lainnya. Tidak cukup seorang Ahok, tidak cukup hanya Edy yang diganti," jelasnya.

Pergantian pucuk kepengurusan PSSI kembali ramai setelah rentetan prestasi Timnas Indonesia yang tidak dapat dibanggakan. Mulai dari melesetnya target juara di SEA Games 2017, Asian Games 2018, sampai prestasi jeblok skuat Garuda di Piala AFF 2018.

Timnas Indonesia tersingkir di Piala AFF 2018. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Justru gelar juara Piala AFF U-16 menjadi oase minimnya prestasi sepak bola Tanah Air. Namun, kata Towel prestasi timnas kelompok umur tak bisa dijadikan tolok ukur karena prinsipnya adalah pembinaan.

Saat ini, Ahok masih berada di balik jeruji penjara akibat terjerat kasus penodaan agama saat kampanye jelang pemilihan Gubernur DKI pertengahan tahun 2018. Pria kelahiran Bangka Belitung itu baru akan bebas hukuman pada Februari 2019 mendatang.

Tidak Relevan

Wacana pergantian Ketua Umum PSSI yang melibatkan nama Ahok mendapat respons dari salah satu anggota Exco PSSI, Gusti Randa. Munculnya nama Ahok dianggap tidak relevan.

"Bukan sekadar soal ketegasan. Tapi soal pengetahuan dan integritas mengenai organisasi. Kacau nalar yang melibatkan nama Ahok untuk menggantikan posisi Edy jadi Ketua Umum PSSI."

"Kalau muncul nama Erick Thohir itu masih masuk akal ada kaitannya sama-sama di olahraga dan dia punya pengalaman urus klub. Kalau Ahok, jauh. Saya rasa hanya isu yang tak perlu dibesar-besarkan," ujar Gusti Randa.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...