logo

06/11/18

Pengamat: "Masyarakat ogah pilih Prabowo karena takut orde baru terulang"

Pengamat: "Masyarakat ogah pilih Prabowo karena takut orde baru terulang"

NUSANEWS - Pengamat Politik Arbi Sanit menilai, jarang tampilnya Capres Prabowo Subianto tampil ke publik, tak lepas dari masih kentalnya stigma dirinya sebagai sosok yang otoriter dan arogan saat orde baru lalu.

Pasalnya, saat Pilpres 2014 lalu, Ketum Gerindra itu sering diserang sebagai orang yang bertanggungjawab di balik penghilangan nyawa beberapa aktivis.

Arbi mengatakan, Prabowo membawa 'dosa' masa lalu.

"Dosa orde baru dia dipandang orang yang tegas, berani sehingga menimbulkan ketakutan. Itu sebabnya orang banyak tak memilih dia," kata Arbi kepada Kricom di Jakarta, Senin (5/11/2018).

Arbi beranggapan, orang-orang bakal takut kalau Prabowo jadi presiden, era orde baru bakal terulang.

"Nah, sekarang kesan itu mau dihilangkan. Kesan menakutkan dia hilangkan," papar pengajar dari Universitas Indonesia ini.

"Makanya sekarang dia enggak banyak bicara. Suruh Sandiaga Uno aja yang bergaya anak muda untuk turun. Nanti dia akan bicara, tapi tak seperti Jokowi, enggak," ucap Arbi.

Cara semacam ini dinilai tak akan menurunkan citra Prabowo.

"Bagaimana orang mau lupa, kan calonnya cuma dua. Ini tak merugikan dia. Namun malah menguntungkan karena dia dicitrakan sebagai orang yang sabar dan tak bikin takut," ungkap Arbi.

"Oleh sebab itu, dia mencoba meyakinkan orang kalau dia jadi presiden, negara tak akan seperti dulu lagi," tutup Arbi.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...