logo

28/11/18

Pangi: Ahok Bisa Merusak Citra PDIP

Pangi: Ahok Bisa Merusak Citra PDIP

NUSANEWS - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, bagus dan mantap jika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bergabung dengan PDIP. Namun PDIP harus siap menerima konsekwensi jika Ahok benar-benar bergabung. Karena Ahok sebagai penista agama bisa merusak citra PDIP.

“Publik akan menilai dengan bergabungnya Ahok,  PDIP seolah olah partai yang menampung penista agama,” kata Pangi di Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Sebelumnya, di hadapan kader PDIP Sleman, DIY, Ketua DPP PDIP Djarot Saipul Hidayat bercerita bahwa Ahok meminta para pendukungnya tidak 'golput' dan memilih pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Ahok pun disebut meminta pendukungnya memilih PDIP di Pileg 2019. Alasannya, karena hanya PDIP yang pasang badan membelanya saat terseret kasus hukum.

"Dia (Ahok) bilang, 'Kalau nanti saya masuk politik, saya pasti akan masuk PDI Perjuangan'," kata Djarot, menirukan pernyataan Ahok, di rapat konsolidasi bersama DPC Sleman, Yogyakarta, Senin (26/11/2018).

Merumitkan PDIP

Sementara itu pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie mengatakan, Ahok untuk bersabar terlebih dahulu jika ingin bergabung ke PDIP. Ahok bisa bergabung dengan PDIP usai Pilpres 2019. Karena jika bergabung langsung dengan PDIP usai menjalani hukuman maka akan menambah rumit bagi PDIP.

"Bagi saya Ahok bersabar dulu, nanti setelah pilpres baru join dengan PDIP there is no matter (tidak masalah)," jelasnya.

Jerry menilai, jika Ahok bergabung dengan PDIP saat ini maka bisa menggangu konsentrasi PDIP. Sehingga akan membuat fatal bagi PDIP yang saat ini mengusung petahana dalam Pilpres 2019. Dikhawatirkan jika bergabung saat ini maka muncul demo-demo anti Ahok yang tak masuk akal. Oleh karena itu Ahok harus bersabar jika ingin benar - benar bergabung ke PDIP.

"Kalau gabung ke PDIP sah-sah saja. Itu pilihan dia. Bagi saya gabung dengan Parpol di pending dulu. Ini kan lagi konsentrasi pilpres. Tapi jika hal itu terjadi, bisa fatal  bagi partai Moncong Putih ini," jelasnya.

Dihubungi terpisah, pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing mengatakan, bisa saja Ahok bergabung ke PDIP. Apalagi antara Ahok dan PDIP mempunyai kesamaan visi yakni mengangkat wong cilik. Karena saat Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta juga mensejahterahkan PPSU (Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum).

"Ahok itu memperjuangkan kerakyatan. Saat menjadi gubernur DKI Jakarta berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat kecil," ujar Emrus Sihombing kepada Harian Terbit,  Selasa (27/11/2018).


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...