logo

23/11/18

PAN Komentari Curhat Prabowo Kekurangan Dana Kampanye, Minta Sumbangan Rakyat

PAN Komentari Curhat Prabowo Kekurangan Dana Kampanye, Minta Sumbangan Rakyat

NUSANEWS - Partai Amanat Nasional (PAN) mengomentari curhatan calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tentang kekhawatiran kekurangan dana kampanye.

“Oh tidak, saya kira itu bukan kekurangan dana. Tapi masa kampanye yang sangat panjang membutuhkan dana yang besar,” papar Sekjen PAN Eddy Soeparno, Kamis (22/11).

Diakui Eddy, untuk menggelar kampanye skala besar, memang memerlukan dana yang cukup. Sementara waktu kampanye masih sangat panjang, sehingga butuh dana besar.

“Sekarang saja masih ada 150 hari menuju hari-H. Pak Prabowo dan Pak Sandi telah membagi jadwal kampanye. Peran keduanya juga berbeda,” tutur Eddy.

Lebih lanjut Eddy mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan agenda strategis kampanye Prabowo-Sandi di sejumlah daerah.

“Misalnya ke Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat juga ke Kaltim,” tandas Eddy, seperti dilansir RMOL (Grup Jawapos/pojoksatu.id), Jumat 23 November 2018.

Prabowo: Tolong Terpaksa Aku Minta Bantuan dari Kalian Semua

Prabowo saat memberikan pembekalan kepada ribuan relawan pendukungnya. (Miftahul Hayat/jawapos.com)
Sebelumnya, Prabowo mengaku kesulitan dana guna kepentingan Pilpres 2019. Dia juga menyebut jalannya untuk mencari dana selalu dipersulit.

“Kita sekarang hanya tergantung kepada rakyat, paham yang saya maksud? Mereka punya strategi supaya kita tidak bisa bergerak, kita tidak bisa punya uang apapun,” kata Prabowo saat pidato di pembekalan relawan di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11).

“Saudara-saudara ada 800 ribu TPS, kalau dua saksi 1 TPS, 1,6 juta saksi. Kalau kita harus kasih uang makan mereka semua, berapa ratus miliar itu semua,” kata tambah Prabowo.

Prabowo curhat, partai koalisinya juga kekurangan logistik untuk kampanye. Namun, dirinya tidak malu karena berbicara apa adanya. Dia minta pendukungnya tulus untuk berjuang bersama.

“Partai-partai koalisi kami adalah partai partai yang ya maklumlah partai-partai kayak begitu juga. Ya enggak apa-apa, jangan kita malu kalau enggak punya duit, kita tidak malu. Saya mantan perwira tinggi, saya berjuang untuk republik ini, keluarga saya berjuang untuk kemerdekaan ini,” ujarnya.

“Saya minta kredit dari Bank Indonesia saya enggak bisa dapat. Apalagi kalian, mantan Pangkostrad saja enggak bisa, apalagi tampang kalian, apalagi pakai jenggot. Tapi kita tidak gentar, kita tidak berkecil hati,” kata Prabowo.

Prabowo terkesan mengemis meminta sumbangan dari rakyat dan relawannya. Ia ingin para relawan maupun rakyat menyumbang sukarela. Berapapun nominalnya, Prabowo berterimakasih dan sangat menghargai.

“Tolong terpaksa aku minta bantuan dari kalian semua karena kita kekurangan dana perjuangan kami minta kerelaan yang mau bantu Ro 2.000 silakan, Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000 berapapun,” ucap Prabowo.

Sandi Ngaku Belum Bisa Akses Sumber Dana Kampanye

Sandiaga Uno
Hal senada dikatakan calon wakil presiden nomor 02 Sandiaga Uno. Ia mengatakan bahwa dirinya maupun Prabowo Subianto belum bisa mengakses sumber-sumber keuangan untuk kebutuhan dana kampanye pada 2019.

“Pak Prabowo dan saya sekarang berusaha sekuat tenaga, karena banyak sekali sumber-sumber daya (uang) yang kami harapkan bisa kita realisasikan sampai hari ini belum juga bisa kita akses (dapat),” kata Sandi di Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta, Kamis (22/11).

Sandi mengakui membutuhkan bantuan dana kampanye dari para relawan pendukung Prabowo-Sandi. Ia siap menerima bantuan dalam bentuk apapun, termasuk sumbangan dana mulai dari Rp2 ribu, Rp5 ribu, dan Rp10 ribu.

“Kami sampaikan dengan kondisi keadaan ekonomi dan keuangan dari dana kampanye kami, kami butuh relawan ini juga memberi sumbangsih dari segi apapun itu,” ujarnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...