logo

22/11/18

Operasi Beras Murah PT Food Station Tak Berdampak ke Pedagang

Operasi Beras Murah PT Food Station Tak Berdampak ke Pedagang

NUSANEWS - Pedagang menilai Operasi beras murah yang digelar PT Food Station Cipinang tidak berdampak bagi kantong mereka. Pasalnya, beras medium yang kini dipasarkan jarang dibeli (dikonsumsi) oleh masyarakat.

Sutanto misalnya, pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang mengaku dampak bagi penjualan hampir tidak ada. Baik untung maupun rugi tidak begitu dipikirkannya.

"Dampak untuk stabil harga, tapi untuk penjualan sih biasa saja. Karena orang jarang konsumsi ini (beras medium)," ujarnya kepada wartawan, Kamis (22/11).

Sebanyak 2 juta ton beras digelontorkan Bulog untuk operasi kali ini. Operasi tersebut menyiasati kenaikan menjelang tahun baru dan perayaan Natal. Sutanto menyebutkan, harga beras diprediksi akan naik pada November hingga Januari.

"Dalam setahun ini kan ada dua musim. Musim kedua ini biasanya naik bulan 11 sampai bulan 1. Nah abis itu beras turun," katanya.

Malahan, salah seorang pedagang enggan memakan beras yang dijual pemerintah seharga Rp9.000 per liter ini. Mereka memilih kualitas yang lebih baik dari pada beras di operasi murah.

"Ya maaf-maaf saja, kita orang ga makan beras ini. Nasinya agak keras, kita kalau makan tetap nyari yg bagus. Maaf mba saja ga mau makan ini kan," ujar Alex.

Menurutnya, beras yang dijual kali ini cocok dikonsumsi oleh kalangan bawah. Ia juga yakin, jika ibu-ibu yang biasa ke pasar enggan untuk membeli beras tersebut. Meski begitu, Alex sadar jika operasi tersebut untuk meringankan pembeli.

"Lumayan kalau buat kelas bawah, tapi kalau ibu-ibu yang lain biasanya tidak mau. Orang nyari yang Rp 10 ribu yang penting rasanya enak. Lagian buat pedagang biasa saja, ini buat ngeringanin pembeli aja, tapi kalo kualitas engga sih," katanya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...