logo

22/11/18

Moeldoko: Mahasiswa Jangan Mimpi Jadi PNS dan Pegawai Bank

Moeldoko: Mahasiswa Jangan Mimpi Jadi PNS dan Pegawai Bank

NUSANEWS - Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Moeldoko berpesan kepada para mahasiswa agar tidak terpaku untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai perbankan ketika lulus nanti. Mahasiswa seharusnya bisa membangun kreatifitas. Salah satunya dengan menjalankan bisnis.

"Maka yang diperkuat adalah bagaimana membangun kreatif pada setiap manusia. Jangan lagi bergantung menjadi pegawai negeri, jangan lagi bergantung menjadi pegawai perbankan dan seterusnya," ujarnya saat menghadiri acara Dialog Publik 'Daya Saing Indonesia' di Universitas Brawijaya (UB), Kamis (22/11).

Di hadapan ratusan mahasiswa, Moeldoko menyampaikan bahwa mereka harus mampu membangun dirinya. Sehingga para agent of change itu mampu menjadi manusia kreatif dan produktif, yang pada akhirnya menghasilkan sesuatu. "Setiap orang Indonesia harus bisa membangun dirinya, menjalankan bisnis masing-masing. Melalui dunia perguruan tinggi ini salah satunya. Sebab mereka (mahasiswa) lah yang nanti menjadi aktornya," paparnya.

Saat ini dunia telah memasuki dunia revolusi industri gelombang keempat atau dikenal revolusi industri 4.0. Banyak tenaga manusia yang digantikan oleh robot. Sehingga, kedepan manusia harus bisa keratif untuk bertahan hidup.

Moeldoko menyebut, berdasarkan data dari McKinsey, perkembangan e-commerce di Indonesia menunjukkan tren luar biasa. Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu mencontohkan, ada satu perusahaan handycraft di Jogjakarta yang sebelum memasuki dunia e-commerce hanya bisa menjual sekitar 20 produk dalam satu bulan. Namun, setelah bergabung dengan e-commerce, dia bisa menjual 50 ribu produk per bulan.

"Ini sebuah perkembangan yang besar. Sehingga menurut pandangan saya, dunia kreatifitas diakselerasi oleh perkembangan teknologi digital, akan menghasilkan sebuah rumusan prosperity (kemakmuran) dan security (keamanan)," terangnya.

Dia mengungkapkan, demokrasi di Indonesia sudah sangat mapan. Selanjutnya negara akan mengkapitalisasi, sehingga memungkinkan inovasi akan berkembang dengan pesat. "Industri kreatif akan tumbuh dengan luar biasa," pungkasnya.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...