logo

22/11/18

Majelis Hakim Tolak Eksepsi Tedja Widjaja

Majelis Hakim Tolak Eksepsi Tedja Widjaja

NUSANEWS - Sidang Tuntutan Universitas 17 Agustus 1945 atas terdakwa Tedja Widjaja atas kasus penggelapan berlanjut di Pengadilan Negeri jakarta Utara Jalan Gajah Mada Jakarta Pusat. Sidang kali ini majelis hakim membacakan putusan sela atas eksepsi yang diajukan oleh Tedja Widjaja dan kuasa hukumnya.

“Menolak eksepsi Kuasa Hukum terdakwa, di samping itu kuasa hukum terdakwa juga telah salah menafsirkan pasal 143 ayat (2) dengan memenggal-menggal kalimat dalam dakwaan,” kata Majelis Hakim Tugiyoto.

Usai sidang Bambang Prabowo selaku saksi mengatakan dalam wawancara kepada awakmedia bahwa dirinya siap jadi saksi terkait sidang hukum terdakwa atas Tedja Widjaja.

“Saya berjanji akan membuka semua yang saya ketahui didepan majelis hakim nanti,” bebernya

Diketahui penggelapan dan penipuan berawal pada 10 Oktober 2011, Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 Jakarta melakukan perjanjian kerja sama dengan PT Graha Mahardika yang ditandatangani oleh (terdakwa) Tedja Widjaja dengan Dedy Cahyadi mewakili Kampus 17 Agustus 1945 Jakarta.

Kemudian terjadilah perbuatan penipuan dan penggelapan oleh terdawa termasuk memecah sertifikat lahan dengan memalsukan dokumen yayasan.

Terdakwa Tedja Widjaja berhasil melancarkan aksinya dan meraup uang hasil penjualan lahan milik Yayasan Universitas 17 Agustus 1945 (UTA 1945) seluas 3,2 hektare (ha) lebih atau senilai Rp 60 miliar lebih.

Perbuatan itu diduga dilakukan terdakwa dan komplotamnya pada penghujung tahun 2010. Lahan cukup luas yang tadinya direncanakan untuk perluasan UTA 1945 di Sunter dijual terdakwa tanpa sepengetahuan pihak Yayasan UTA 1945.

Terdakwa Tedja Widjaja tidak hanya sekedar menjual tanah bukan miliknya, tetapi juga menjadikannya sebagai tanggungan hutang atau agunan.

Ketika terbongkar melakukan persekongkolan jahat itu, Dedy Cahyadi dipecat dan diberhentikan dengan tidak hormat pada tahun 2016, setelah sebelumnya dinonaktifkan sejak tahun 2015. Dedy Cahyadi kini menjadi buronan polisi dalam kasus kejahatan penggelapan lahan milik Kampus UTA 1945 dan hingga kini belum tertangkap aparat kepolisian.

Pihak Yayasan UTA 1945 merasa dirugikan oleh terdakwa kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Tetdakwa terancam pidana sebagaimana dalam pasal 378 dan 372 KUHP.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...