logo

09/11/18

Lukisan Batu, Bukti Perkembangan Berpikir Manusia Purba

Lukisan Batu, Bukti Perkembangan Berpikir Manusia Purba

NUSANEWS - Temuan rangkaian lukisan batu di Leang Timpunseng, Maros, Sulawesi Selatan sejak diteliti pada 2011-2013 menjadi salah satu bukti buah pemikiran dan pengalaman manusia purba yang menghuni Indonesia.

Penelitian gabungan yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Arkenas), Badan Arkeologi Makassar, Balai Peninggalan Cagar Budaya Makassar, Wollongong University, dan Griffith University menemukan situs dengan karya seni yang diperkirakan berusia 39 ribu tahun.

Kepala Puslit Arkenas, I Made Geria mengatakan tim peneliti menemukan 12 cap tangan (hand stensil) dengan ujung runcing dan dua hewan figuratif dari sembilan gua di pegunungan karst maros. Selain berusia tua, temuan lukisan ini juga menggambarkan keberadaan manusia modern awal yang menghuni daratan Sulawesi.

"Sebuah lukisan babirusa yang diperkirakan dibuat sekitar 35,4 ribu tahun lalu adalah satu di antara gambar figuratif tertua di seluruh dunia, jika bukan malah yang paling tua," tulis para peneliti dalam jurnal sains internasional, Nature, pada 2014 silam.

Karya ini menunjukkan bahwa manusia purba di Indonesia juga memiliki kemampuan yang sama dengan manusia yang hidup di zaman yang sama di Eropa.

Lukisan-lukisan tersebut menggambarkan cara manusia di zaman es telah berinovasi dalam membuat perkakas dari batu-batuan. Temuan ini sekaligus membantah temuan sebelumnya yang memperkirakan manusia purba baru memulai karya menggunakan medium batuan di akhir zaman es.

Foto: Arkenas/Kinez Riza

Kendati demikian, teka-teki mengenai siapa manusia yang membuat lukisan-lukisan tersebut masih menjadi tanda tanya bagi para peneliti. Hal tersebut lantaran dari proses penggalian hingga kedalaman dua meter hanya mendapatkan alat batu.

Lukisan batu di Kalimantan Timur

Selain di Sulawesi Selatan, pekan ini tim peneliti gabungan juga baru mengumumkan publikasi mengenai temuan aneka lukisan batu dengan pola tapir, daun, tangan, hingga hewan abstrak lainnya. Tim peneliti gabungan dari Arkenas, Insititut Teknologi Bandung (ITB), dan Griffith University, Australia ini memperkirakan lukisan batu tersebut berusia minimal 40 ribu tahun-- lebih tua dari lukisan batu yang pernah ditemukan sebelumnya.

Berbeda dengan temuan di Sulawesi Selatan, peneliti mengatakan lukisan batu yang berada di Semenanjung Sangkulirang-Mangkalihat, Kalimantan Timur justru berada di lokasi yang sangat sulit dijangkau.

Selain berusia tua, lukisan tersebut juga menunjukkan kebudayaan manusia di zaman yang lebih tua. Gambar tersebut juga menjadi bukti perkembangan inovasi lukisan yang berkembang dari tahun ke tahun.

Dua lukisan tertua yang ditemukan di wilayah Indonesia ini memberikan implikasi sangat besar terhadap pemahaman tentang evolusi manusia, terutama kaitannya dengan pola perilaku manusia di masa lalu. Besar kemungkinan seni melukis di atas batuan telah muncul dan berkembang ketika manusia di era modern awal menyebar dari Afrika ke Eropa dan Asia Tenggara.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...