logo

20/11/18

Kasus Baiq Nuril, Mardani: Kami Desak Jokowi Buka Mata Hati Nuraninya

Kasus Baiq Nuril, Mardani: Kami Desak Jokowi Buka Mata Hati Nuraninya

NUSANEWS - Presiden Jokowi diminta untuk lebih peka lagi terhadap kasus yang sedang menimpa mantan guru honorer SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Baiq Nuril Maknun.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, saat menanggapi ancaman hukuman penjara dan denda yang telah dijatuhkan oleh Mahkamah Agung (MA) kepada Baiq Nuril.

"Kami juga mendesak agar presiden membuka mata hati nuraninya terhadap kasus Baiq ini, segera lakukan yang terbaik," ungkapnya saat ditemui di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (20/11/18).

Mardani menilai, kasus yang menimpa Baiq Nuril tersebut bukan kesalahan yang bersifat subtansial, namun prosedural. Maka dari itu, Mardani pun mendesak pihak terkait untuk mencari jalan keluar sehingga Baiq Nuril bisa bebas dan harga dirinya dikembalikan.

Mardani menegaskan bahwa permasalahan seperti ini perlu mendapatkan perhatian yang khusus. Agar, menurut Mardani, tidak ada lagi kasus seperti Baiq Nuril di kemudian hari.

"Ini perlu menjadi perhatian bersama karena tidak boleh ada korban justru menjadi tersangka," ujarnya.

Seperti diketahui, Baiq Nuril Maknun sebenarnya adalah korban pelecehan seksual secara verbal yang dilakukan oleh Kepala SMAN 7 Mataram bernama Muslim. Namun Baiq Nuril justru dilaporkan oleh Muslim ke polisi dan dijerat dengan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) karena telah merekam pembicaraan telepon di antaranya kedua.

Baiq Nuril memutuskan merekam pembicaraannya itu sebagai cara untuk melindungi diri dari pelecehan yang telah dilakukan oleh pimpinan sekolahnya tersebut.

Dalam putusan pengadilan tingkat pertama, Baiq Nuril tidak terbukti melakukan pendistribusian rekaman atau melanggar Pasal 27 Ayat 1 juncto Pasal 45 Ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan akhirnya divonis bebas.

Jaksa kemudian melakukan Banding sampai tingkat Kasasi. Mahkamah Agung lalu memutus Baiq Nuril bersalah pada 26 September 2018. Dia dijatuhi hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...