logo

07/11/18

Jenazah Korban Lion Air JT-610, AKBP Mito Dipanggul 7 Kapolres

Jenazah Korban Lion Air JT-610, AKBP Mito Dipanggul 7 Kapolres

NUSANEWS - SALAH seorang korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 yang sudah teridentifikasi, AKBP Mito, Selasa (6/11) tiba di rumah duka. Di Desa Sidomulyo RT 10 RW 03, Kecamatan Cepiring, Kendal, Jawa Tengah. Rencananya, jenazah Mito akan dimakamkan Rabu (7/11).

Puluhan karangan bunga tampak berjajar di sepanjang jalan masuk rumah Suminah, 75, ibunda AKBP Mito di Desa Sidomulyo, Cepiring. Para pelayat juga mulai berdatangan sejak Selasa (6/11) petang.

Meski begitu, suasana rumah duka hening. Yang terdengar suara lantunan doa dan bacaan ayat suci Alquran. Tapi, keheningan itu pecah seketika saat terdengar suara sirine mobil patwal polisi yang mengawal mobil jenazah Mito datang.

Warga yang melayat langsung mendekati mobil jenazah untuk memanggul peti jenazah Mito. Tampak para perwira polisi mengangkat jenazah Mito ke rumah duka. Kapolres Kendal AKBP Adiwijaya ikut memanggul peti jenazah. Juga Kapolres Brebes AKBP Sugiarto.

Sementara dari dalam rumah, sanak famili sudah menunggu. Suara lantunan doa itu langsung berubah menjadi jerit tangis histeris serta air mata yang bercucuran. Bahkan, karena tak kuasa melihat jenazah anaknya, Suminah jatuh pingsan dan langsung dibawa ke dalam kamar. Pun dengan istri korban, Dian Anindita, juga sempat menangis histeris sebelum ditenangkan oleh kerabatnya. Suminah kembali histeris ketika jenazah Mito dibawa masuk ke rumah duka.

"Saya tak menyangka kalau kepulangan Mito pada dua Minggu lalu dengan meninggalkan seragam dinasnya di rumah  adalah pertanda kalau itu kepulangannya yang terakhir,"  kata Suminah dengan linangan air mata mengenang anaknya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menceritakan, jika anaknya Mito dua pekan lalu pulang ke Kendal. Sikapnya tidak seperti biasa. Mito diakuinya tumben-tumbenan mengajak seluruh anggota keluarganya untuk berfoto bersama.

“Dia juga dengan bangga mengenakan seragam dinasnya lengkap,” ujar Suminah.

Setelah berfoto, seragam dinas yang dipakai ditinggal  di lemari kaca miliknya.

“Mito berpesan, katanya pakaian ini  ditinggal, karena akan dipakainya saat dia pulang ke rumah nantinya,” jelasnya.

AKBP Mito saat ini menjabat di Polda Babel sebagai Kabag Pal Biro Sarpas. Ia dikenal sebagai seorang polisi yang bertanggung jawab, disiplin dan cerdas.  Sebagai warga Sidomulyo, ia juga dikenal sebagai warga yang baik dan dermawan.

Supari, tetangga Suminah, mengatakan, Mito memang sudah lama bertugas sebagai polisi di luar Jawa. Meski begitu, Mito sering pulang untuk menjenguk ibu dan lima saudara serta keponakan-keponakannya.

“Pak Mito orangnya baik, saat pulang ke rumah ia sering membantu warga desa. Bahkan juga sering memberikan bantuan untuk SD tempat Mito dulu belajar,” kata Supari.

Hal senada dikatakan Kapolres Kendal AKBP Adiwijaya. Ia mengaku duka mendalam atas kematian anggota Polda Bangka Belitung. Adi mengatakan, dirinya sempat menjalani pendidikan bersama di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) bersama korban pada 2006 silam.

“Almarhum dikenal dengan pribadi yang baik, disiplin dan bertanggung jawab. Hal itu yang saya rasakan saat bersama-sama menjalani pendidikan," jelasnya.

Sementara itu, sebelum sampai di rumah duka, jenazah AKBP Mito diterbangkan dari Jakarta dengan pesawat Batik Air ID 6356 dan tiba di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani sekitar pukul 14.00. Setidaknya 7 kapolres lulusan Akpol 1998 menyambut dan memanggul peti jenazah ke mobil ambulans milik Polri.

Mereka adalah Kapolres Kendal AKBP Adiwijaya, Kapolres Brebes AKBP Sugiarto, Kapolres Demak AKBP Maesa Sugriwa, Kapolres Pemalang AKBP Agus Setiawan, Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, sejumlah Kapolres dari DI Jogjakarta, serta  Kasubdit IV Ditintelkam Polda Jawa Tengah, AKBP Guki Ginting. Kapolres Pemalang Agus Setyawan mengaku selama menimba ilmu di Akpol, sosok AKBP Mito dikenal suka menolong teman-temannya yang kesulitan.

"Saudara Mito ini sosok yang sederhana, pendiam, dan gampangan. Dalam artian, gampang memberikan pertolongan. Bahkan kalau ada teman yang kesusahan langsung menolong,” katanya.

Tadi malam jenazah Mito disemayamkan di rumah duka. Rencananya, Rabu (7/11) ini, jenazah Mito akan dimakamkan secara kedinasan. Upacara pemakaman akan dipimpin Wakapolda Jateng.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...