logo

26/11/18

Inilah Tokoh-Tokoh Yang Dibesarkan Beasiswa Supersemar

 Inilah Tokoh-Tokoh Yang Dibesarkan Beasiswa Supersemar

NUSANEWS - Yayasan Supersemar kembali diperbincangkan seiring putusan eksekusi putusan Mahkamah Agung bernomor 140PK/PDT/2015  yang keluar atas permohonan kasasi yang diajukan Presiden RI, yang diwakili Jaksa Agung, pekan lalu.

Putusan itu menyita aset milik Yayasan Supersemar berupa gedung Granadi yang terletak di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Yayasan Supersemar selama ini dikenal sebagai lembaga yang memberi beasiswa kepada siswa dan mahasiswa yang berkemampuan secara intelektual tapi kurang mampu secara ekonomi.

Sebanyak 2,7 juta siswa dan mahasiswa Indonesia telah merasakan manfaat dari Yayasan Supersemar. Alumninya pun banyak yang menjadi tokoh di negeri ini, dari mulai walikota, pejabat lembaga tinggi negara hingga menteri. Di antaranya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Moh Mahfud MD, mantan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, mantan Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar (kini Imam Besar Masjid Istiqlal), Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta Mensesneg Pratikno.

"Kalau bukan karena beasiswa Supersemar, rasanya tidak mungkin saya bisa lanjut kuliah," kata Nasaruddin Umar, pekan lalu.

Nasaruddin menceritakan, dirinya merupakan anak pertama dari delapan bersaudara. Sementara ayahnya hanya seorang guru SD.

"Beasiswa ini benar-benar membantu saya menyelesaikan studi sampai ke S-3," jelasnya.

Kini, Nasaruddin Umar yang bergelar profesor doktor juga mendapat amanah sebagai rektor Institut PTIQ (Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an), Jakarta.

Ketua Umum Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Beasiswa Supersemar (KMA PBS), Syahrial Yusuf menambahkan, manfaat beasiswa Yayasan Supersemar telah dirasakan jutaan siswa dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan siswa serta mahasiswa.

Yayasan Supersemar berdiri pada 16 Mei 1974, dengan tujuan memberikan bantuan pembiayaan pendidikan bagi anak-anak bangsa, mulai dari SD sampai perguruan tinggi. Yayasan ini menggunakan gambar Semar sebagai latar belakang surat-suratnya.

Semar, dalam dunia pewayangan dikenal sebagai punakawan itu adalah pengejawantahan dari Batara Ismaya, yang bertugas mengasuh para ksatria yang berbudi luhur.[wid]

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...