logo

09/11/18

Ingin Lengserkan Yusril, Novel Bamukmin Disuruh Sekjen PBB Belajar Lagi

Ingin Lengserkan Yusril, Novel Bamukmin Disuruh Sekjen PBB Belajar Lagi

NUSANEWS - Niat dan keinginan Habib Novel Bamukmin melengserkan Yusril Ihza Mahendra sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) dibalas ‘semprotan’.

Pasalnya, tindakan yang akan dilakukan kader PBB bernama asli Novel Chaidir Hasan Bamukmin‎ itu dinilai sebagai tindakan yang merusak aturan partai.

Novel yang juga Jubir PA 212 itu beralasan, pelengseran Yusril itu dilakukan lantaran pakar hukum tata negara itu memilih menjadi pembela Jokowi-Ma’ruf.

Ketua Bidang Pemenangan PBB, Sukmo Harsono‎ mengatakan, tindakan yang bakal dilakukan oleh Novel Bamukmin adalah tindakan yang merusak aturan di partai berlogo bulan dan bintang ini.

“Saya ingin menegaskan apa yang disampaikan oleh habib Novel yang ingin melengserkan ketua umum jika tetap jadi tim hukum pak Jokowi adalah tindakan tidak patut dan merusak sistem musyawarah dan taat aturan di PBB,” tegasnya, Jumat (9/11/2018).

Sepengatahuan Sukmo, Novel Bamukmin ini belum pernah ikut pengkaderan di PBB dan baru kali ini jadi caleg di PBB.

Sehingga menjadi keliru pernyataan Novel ingin melengserkan Yusril Ihza Mahendra.

“Ini akan merusak tatanan di PBB, kenapa urusan mau menangkan 02 malah PBB-nya yang di obok-obok, ngawur dia,” katanya.

Oleh sebab itu Sukmo berpesan Novel berkonsentrasi saja menjadi caleg dan menyapa masyarakat untuk membuktikannya untuk bisa menjadi anggota dewan.

“Buktikan bisa terpilih dan jadi wakil rakyat yang sesuai harapan rakyat, tidak usah masuk urusan pilpres apalagi mengancam Ketua Umum,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyarankan agar Novel membaca tata aturan yang berlaku di dalam partai.

“Baca AD/ART PBB, ada tidak soal perbedaan pilihan pilpres dapat menuntut ketua umum harus mundur. Sekali lagi sadarlah dan jangan obok-obok PBB soal Pilpres‎,” pungkasnya.

Sebelumnya, Novel Chaidir Hasan Bamukmin mengaku kecewa dengan keputusan Yusril Ihza Mahendra membela Jokowi-Ma’ruf.

Menurutnya, banyak anggota Persaudaraan Alumni 212 ‎bergabung ke PBB untuk melakukan pergantian kepemimpinan Jokowi.

“Tentunya kami para caleg yang mayoritas adalah yang mengikuti ijtima ulama kedua dan ikut #2019GantiPresiden sangat kecewa,” katanya.

“Karena sudah jelas bahwa PBB deklrasi menukung PAS (Prabowo-Sandi) sesuai arahan ijtima ulama dua,” jelas Novel, Kamis (8/11/2018).

Caleg PBB Dapil 8 DPRD DKI Jakarta inii menambahkan, apabila dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) pada Desember mendatang diputuskan PBB mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

Maka dirinya bersama dengan PA 212 dan dari Front Pembela Islam (FPI) akan keluar dari partai yang dimotori Yusril Ihza Mahendra.

“mMengundurkan diri dari PBB saja. Pengunduran diri bukan sebagai caleg. Karena peraturan KPU tidak bisa mengundurkan diri, dan pengunduran diri dari PBB Insya Allah akan kami umumkan secara terbuka,” katanya.

Namun demikian, Novel juga ingin melengserkan Yusril Ihza Mahendra dari posisi ketua umum PBB. Pelengseran itu lewat mekanisme mahkamah partai atau musyawarah nasional luar biasa (munaslub).

“Sikap kami ini tetap untuk melengserkan YIM (Yusril Ihza Mahendra), walaupun secara pribadi lawyer sah-sah saja siapapun yang dibelanya,”

“Namun Yusril adalah ketua umum partai Islam, sehingga kalau urusan pribadi menyimpang dengan syariat Islam, maka harus tegas dikenakan sanksi tegas,” pungkasnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...