logo

26/11/18

Iming-imingi Nelayan, Sandiaga Janji Pelelangan Ikan Bebas dari Pemodal Besar

Iming-imingi Nelayan, Sandiaga Janji Pelelangan Ikan Bebas dari Pemodal Besar

NUSANEWS - Salah satu nelayan mengeluhkan adanya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berada di Puger, Jember, Jawa Timur, tapi tidak berfungsi layaknya TPI.

Pasalnya, TPI tersebut melelang hasil tangkapan ikan dari nelayan kepada pemodal besar dan para nelayan justru dirugikan karena keuntungan bagi modal yang didapatkan tidak sesuai. Keluhan tersebut diposting oleh Calon Wakil Presiden No urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno, melalui sebuah video di lini masa twitternya @sandiuno.

Dalam tayangan video berdurasi 59 detik tersebut, seperti biasa Sandiaga Uno menanggapi keluhan tersebut dengan mengiming-imingi sebuah solusi yang diharapkan dapat memberikan angin segar terhadap para nelayan di seluruh Indonesia.

"Ini suara dan keluhan dari nelayan, saya tidak memodifikasi, ini hasil diskusi dengan para nelayan. Saya harap pemerintah memberikan perhatian lebih untuk kesejahteraan para nelayan," ujarnya dalam tayangan video yang diunggah Senin (26/11).



Dalam video itu, Sandi me-mention twitter Prabowo Subianto agar keluhan para nelayan ini akan terselesaikan apabila nantinya terpilih untuk memimpin Indonesia pada pertarungan capres-cawapres 2019 mendatang. Solusi yang diberikan oleh Sandi nantinya bakal menggandeng Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan akan menekan harga lelang ikan agar tidak mematikan mata pencaharian mereka akibat para pemodal besar alias orang-orang yang berduit.

Jawaban Sandi pun disambut teriakan antusias dari para pendukungnya dengan mengaminkan janji-janji yang ditawarkan.

Dia memastikan kepada para nelayan bahwa pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 akan berpihak terhadap nelayan dan bakal mensejahterakannya.

"Insya Allah, apabila diberi mandat untuk memimpin negara ini, saya dan Pak Prabowo akan pastikan tempat pelelangan tidak dikuasai oleh pemodal-pemodal besar, kita akan berikan kemudahan para nelayan untuk melaut, kita ingin memberikan perhatian lebih pada kesejahteraan para nelayan," cuit Sandi kembali.



Sebelumnya, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) meminta pemerintah untuk mempercepat berbagai program terkait agenda peningkatan kesejahteraan nelayan di Tanah Air.

"Penghasilan nelayan sudah tidak sesuai dan tidak seimbang dengan kebutuhan pokok sehari-hari, baik kebutuhan pangan, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan lainnya," kata Ketua Departemen Pendidikan dan Penguatan Jaringan KNTI Misbachul Munir seperti dikutip dari kantor berita Antara.

Menurut dia, di tengah kondisi pengelolaan perikanan nasional yang tak kunjung membaik, berdampak kepada rendahnya harga ikan di sejumlah kampung nelayan. Ia berpendapat hingga kini nelayan tidak kuasa atas pengendalian pasar yang dilakukan oleh kalangan tengkulak.

"Pemerintah harus segera melakukan akselerasi agenda kesejahteraan nelayan pada tahun 2018 melalui bantuan pemerintah, seperti bantuan kapal yang harus dimonitoring secara ketat agar tepat sasaran dan sesuai target," katanya.



SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...