logo

20/11/18

Ilmuwan Australia Ciptakan Printer Penguji Obat Kanker 3D

Ilmuwan Australia Ciptakan Printer Penguji Obat Kanker 3D

NUSANEWS - Inovasi terbaru dari Australia di bidang pencetakan 3D dapat segera membantu upaya perang melawan kanker.

Sebuah perusahaan start-up yang berbasis di Sydney, Inventia telah berhasil mengembangkan bio-printer 3D baru yang bisa menggantikan kerja manual yang dilakukan manusia di laboratorium yang biasanya memakan waktu lebih lama.

Diberi nama sebagai Rastrum, printer berwarna merah muda ini akan mengemulasi teknologi ink-jet untuk mencetak sel manusia dengan tingkat kecepatan tinggi yang dengan cepat dapat membuat sel menjadi tumor yang kemudian bisa digunakan untuk menguji obat-obatan kanker.

Teknologi ini juga dapat melakukan beberapa eksperimen pada saat yang bersamaan.

"Salah satu komentar yang kami dapat dari seorang peneliti adalah ia mampu menghasilkan lebih banyak model sel dengan Rastrum dalam hanya beberapa minggu daripada yang ia hasilkan sebelumnya yang menyita seluruh waktunya selama menjalani studi PhD," kata Kepala operasi Invetia, Cameron Ferris.

"Kami berharap ini akan meningkatkan penelitian kanker."

Kaylene Simpson, kepala Pusat Fungsional Genomik (VCFG) di negara bagian Victoria mengatakan mesin ini akan memiliki dampak yang mendalam pada studi-studi yang akan dilakukan di institusinya.

"Ini adalah pengubah permainan bagi kita dalam hal sains berbasis penemuan ... kita dapat menyaring ribuan obat," katanya.

Target berikutnya perawatan kesehatan
Berinvestasi pada perusahaan start up beresiko tinggi tetapi Inventia menemukan setidaknya satu pendukung besar, menurut kepala eksekutif lembaga itu, Julio Ribeiro.

"Ketika kami berusaha mencari investor, saya terkejut dengan responnya yang sangat positif," katanya.

Scott Farquhar, salah satu pendiri perusahaan piranti lunak asal Australia Atlassian, secara finansial mendukung start-up ini melalui badan investasinya Skip Capital.

Dia mengatakan dia berinvestasi di Inventia karena masih banyak laboratorium penelitian obat semacam ini dijalankan seperti di "zaman kegelapan" dan membutuhkan teknologi baru.

"Ini adalah awal dari terobosan besar berikutnya - jika Anda melihat banyak industri yang sudah didigitalkan, dan layanan kesehatan adalah salah satu daerah yang paling sedikit didigitalkan," katanya.

"Begitu kami membuat sebuah masalah menjadi masalah perangkat lunak, segala sesuatunya bergerak lebih cepat sementara di bidang perawatan kesehatan, untuk beberapa alasan, mereka menolak kemajuan seperti ini."

Teknologi yang menyelamatkan jiwa
Ada harapan bahwa pada akhirnya teknologi ini akan terus dikembangkan sehingga dapat menumbuhkan kulit, jaringan, dan organ.

"Janji besar teknologi cetak-bio 3D sebagai teknologi adalah kemampuan untuk mencetak jaringan dan organ-organ yang berpotensi pada permintaan dengan menggunakan sel pasien sendiri, sehingga dalam beberapa dekade mendatang seiring dengan teknologi ini semakin matang itulah visi utama kami," kata Cameron Ferris.

"Jika Anda benar-benar dapat mencetak organ hati Anda dengan DNA Anda dan menggantinya ... itu bisa menyelamatkan banyak nyawa," kata Farquhar.

Sementara teknologi ini mungkin sudah berjalan selama beberapa dekade, Inventia berharap printernya dapat membantu banyak laboratorium medis di seluruh dunia.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...