logo

23/11/18

Harga Kopra Terjun Bebas, Mahasiswa: Sawit Membunuh Petani Kopra

Harga Kopra Terjun Bebas, Mahasiswa: Sawit Membunuh Petani Kopra

NUSANEWS - Puluhan Mahasiswa asal Ternate, Maluku Utara (Malut) berunjuk rasa di Flyover Makassar, Jumat (23/11/2018)

Mahasiswa Malut tersebut tergabung dalam Koalisi Perjuangan Rakyat (Kopra) mengaku terancam tidak bisa lagi melanjutkan kuliah di Makassar.

Hal itu karena harga komoditi kopra di Ternate turun. Jendral aksi Muh Ikra mengungkapkan, sebagian besar mahasiswa Ternate atau Malut yang melanjutkan kuliah di Kota Makassar ialah anak dari petani Kopra.

“Kami merasa terancam, kuliah kami ini kan dibiayai dari hasil penjualan Kopra jadi pastinya kami terancam, itu karena harga Kopra turun drastis,” kata Ikra.

Pasalnya, dari harga Rp8000 per buah, kini harga kopra menurun drastis hingga hanya Rp2000, sehingga membuat mahasiswa yang menempuh pendidikan di Kota Makassar menurun pula uang per bulannya dari orangtua.

“Sangat kami rasakan sekali akibat turunnya harga kopra ini, karna kenapa uang kiriman orangtua juga ikut menurun, saat masih stabil uang kiriman orang tua masih relatif Rp1 juta, sekarang itu di bawah Rp500 ribu,” ucap Muh. Ikra

Katanya, hasil penjualan kopra tersebut merupakan sumber pokok utama mahasiswa Maluku Utara di Kota Makassar hidup.

“Jadi sudah sepantasnya Pemerintah Maluku Utara untuk menstabilkan harga Kopra kembali. Penjualan kopra ini adalah sumber penghasilan orang tua kami yang dikirimkan ke kami di Kota Makassar, kalau turun begini kami mau makan apa di Makassar,” katanya

Olehnya itu, dirinya mendesak agar kiranya pemerintah Maluku Utara untuk segera melakukan penstabilan harga kopra.

“Kami meminta ini segera ditindaki oleh pihak Pemerintah Maluku Utara, untuk segera diselesaikan,” tutupnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...