logo

20/11/18

Hal Ini Jadi Biang Kerok Lonjakan Harga Beras

Hal Ini Jadi Biang Kerok Lonjakan Harga Beras

NUSANEWS - Menjelang akhir tahun fenomena kenaikan harga pangan selalu terjadi. Pasalnya permintaan bertambah, sedangkan stok ketersediaan bahan pangan yang terkadang sulit diprediksi terlebih pasca musim penghujan beberapa bulan belakangan ini.

Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati mengingatkan pemerintah terkait kemungkinan melonjaknya harga pangan, terutama bahan makanan pokok seperti beras. Menurutnya pasokan pangan dari berbagai daerah tidak bisa diprediksi,  alhasil ketersediaan pangan mungkin saja mengalami gangguan.

" Ini karena pas musimnya tidak bisa diprediksi, kemungkinan ada stok di daerah tapi kan tidak bisa langsung. Apalagi kalau aksesnya sulit," katanya di Jakarta (19/11).

Sementara itu, Peneliti INDEF Bhima Yudistira memperjelas masalah kemungkinan langkanya pangan khususnya beras di akhir tahun nanti. Harga beras diprediksi meningkat pada akhir tahun karena tingginya permintaan secara musiman jelang natal dan tahun baru. Disisi supply mencapai target produksi beras November 2018-Desember 2018 cukup berat.

" Alasan yang mendasarinya adalah akhir tahun adalah musim tanam raya, bukan panen raya. Selain itu, ancaman banjir akibat musim hujan menjadi salah satu faktor penyumbang gagal panen," katanya di Jakarta (20/11).

Bhima menambahkan surplus beras bukan jaminan harga beras stabil. Meski diprediksi surplus, ada dua hal yang perlu diperhatikan, pertama aksesibilitas.

Mengingat kerap ditemui pasokan ada, namun tidak tersedia di pasaran. Tren harga tinggi di akhir tahun menjadi moral hazard oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk mencari rente dengan penimbunan.

Dengan demikian, perlu ada ketegasan satgas pangan untuk mengantisipasi moral hazard yang bisa muncul.

" Kedua, pasokan ada, tapi Bulog terkendala melakukan penyerapan gabah/beras di masyarakat. Bulog memiliki ketentuan dalam menyerap beras seperti kadar air dan harga. Tidak semua beras yang ada di masyarakat bisa diserap Bulog," pungkasnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...