logo

01/11/18

Gus Sholah: Perangnya Bukan Pakai Senjata, Tapi Android

Gus Sholah: Perangnya Bukan Pakai Senjata, Tapi Android

NUSANEWS - Aksi saling ‘serang’ yang dilakukan barisan pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandi marak di media sosial. Keduanya saling mengumpat dengan sebutan ‘kecebong’ dan ‘kampret’.

Menanggapi hal tersebut, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Salahuddin Wahid mengatakan, saat ini ada beberapa kelompok tertentu yang terus memancing emosi pihak-pihak yang berbeda pilihannya di Pilpres 2019.

“Saya berharap masing-masing kelompok ada yang mengajak kawannya untuk tidak menyuarakan kebencian yang memancing emosi dan kemarahan,” ujar Gus Sholah saat ditemui di Gedung Joang 45, Jakarta, Kamis (1/11).

Bahkan adik dari Presiden Indonesia ke-4 Abdurahman Wahid (Gus Dur) ini meminta pendukung Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi menghentikan menggunakan istilah ‘kecebong’ dan ‘kampret’ untuk dua kubu yang berbeda dukungan di Pilpres.

“Seperti kata-kata kecebong dan kampret jangan dipakai lagi lah. Kita betul-betul menjaga dan menahan diri untuk tidak‎ mengeluarkan kata-kata yang memancing,” katanya.

Karena apabila perang dua pendukung Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf tidak diredam maka akan terus berlanjut. Masyarakat akan saling memusuhi dan saling bertengkar karena adanya perbedaan pilihan di Pilpres.

“Karena sekarang ini perangnya bukan pakai peluru. Tapi senjatanya android. Mengeluarkan kata-kata itu ya amunisinya dan itu efeknya ternyata cukup dasyat,” ungkapnya.

Gus Sholah juga berpesan kepada elite partai politik tidak berkomentar di media sosial yang bisa menimbulkan reaksi permusuhan. Karena itu berkomentarlah dengan bijak, dan insiden pembakaran bendera tauhid ini dijadikan pelajaran bersama .

“Mari kita buat suasana Pilpres yang damai bisa terlaksana. Termasuk para elite politik kita harapkan tidak keluarkan kata-kata yang bisa sulut emosi dan kemarahan,” pungkasnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...