logo

01/11/18

Ditolak Berhubungan Badan, Pemuda Ini Nekat Tikam Pacarnya

Ditolak Berhubungan Badan, Pemuda Ini Nekat Tikam Pacarnya

NUSANEWS - Seorang pria bercelana jins ukuran selutut berwarna biru tampak berdiri lesu di halaman Mapolres Gowa, sembari mengenakan baju tahanan warna oranye.

Ia berjalan terpincang-pincang. Ada perban yang menutupi luka bekas tembakan di kaki kanannya. Karenanya, dia berdiri sambil sedikit mengangkat kaki sebelah kanan. Mukanya berusaha ditutupi dengan kedua telapak tangan.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas) Polres Gowa AKBP Mangatas Tambunan memberikan penjelasan. Pria berbaju tahanan tersebut berinisial NR. Merujuk pada namanya Nugroho Eko Saputra. Usianya 21 tahun.

Dia berurusan dengan polisi gegara menikam NS, seorang perempuan yang baru dipacarinya. Wanita umur 18 tahun itu dianiaya di rumahnya di Kecamatan Bontonompo, Jumat (26/10).

Usai melakukan perbuatannya, pria yang tercatat sebagai penjaga warnet itu bersembunyi di kampungnya Jeneponto. Karena terus diuber polisi, ia kemudian kabur lagi ke Makassar.

Namun, polisi yang melakukan perburuan berhasil menemukannya. Nugroho berhasil diciduk di Jalan Daeng Tata, Kota Makassar, Selasa (30/10) pukul 11.00 Wita.

Sementara NR yang menjadi korban penikaman, hingga kini masih kritis. Ia dirawat secara intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Pelamonia, Makassar.

Lalu apa yang membuat Nugroho kalap hingga menikam kekasihnya itu?

Berdasarkan kronologis yang diurai AKP Mangatas, pelaku melakukan perbuatan kejamnya itu sesaat setelah mengajak korban untuk berhubungan intim. Namun, ajakan itu ditolak. Alasan korban, dia takut pacar barunya tersebut tak bersedia bertanggung jawab.

”Pelaku menikam korban karena kesal ajakannya untuk berhubungan badan ditolak,” ujar AKP Mangatas.

Dari pengakuan Nugroho, ia berkenalan dengan NR melalui media sosial (medsos) Tantan. Meski baru empat hari usia perkenalan, keduanya sepakat untuk pacaran. Bahkan yang lebih jauh lagi, kedua insan yang sedang dimabuk asmara ini telah dua kali berhubungan layaknya suami istri. Semuanya dilakukan di rumah NR.

”Mereka sudah dua kali berhubungan badan. Ketika pelaku mengajak untuk yang ketiga kalinya, korban menolak. Hal ini membuat pelaku kesal hingga akhirnya menikam pacarnya,” terang AKP Mangatas lagi.

Penangkapan terhadap Nugroho dilakukan Tim Anti Bandit Polres Gowa. Mereka diback up Tim Khusus Polda Sulsel. Dalam pemeriksaan polisi, pelaku mengakui perbuatannya.

”Pelaku menikam korban menggunakan pisau dapur sebanyak dua kali. Masing-masing di bagian perut dan punggung,” tambah Mangatas.

Tak sampai di situ saja perbuatan Nugroho. Setelah menikam, ia membenturkan kepala korban ke kamar mandi hingga berdarah. Melihat sang pacar tak lagi sadarkan diri, pelaku kemudian menggasak tiga unit gawai milik korban. Setelah itu langsung melarikan diri.

Usai menjalani pemeriksaan, polisi membawa Nugroho untuk pengembangan kasus. Di tengah perjalanan, ia berbuat ulah. Tersangka mencoba melarikan diri.

Tembakan peringatan yang diberikan polisi ia abaikan. Akhirnya, moncong pistol diarahkan ke kaki kirinya. Setelah tumbang dan tak berkutik, tersangka dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengaku telah menerima informasi penangkapan tersangka penikaman tersebut.

”Kasusnya dalam penanganan Polres Gowa,” kata Kombes Dicky, kemarin.

Karena perbuatannya, Nugroho dijerat pasal 365 KUHP tentang Pencurian dan Kekerasan (Curas). Ancaman hukumannya 9 tahun penjara.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...