logo

23/11/18

Dahnil Merasa Dicari-cari Polisi, Argo: Murni Pidana Bukan Politik

Dahnil Merasa Dicari-cari Polisi, Argo: Murni Pidana Bukan Politik

NUSANEWS - Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar merasa janggal dengan pemanggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Dia merasa polisi selalu mencari dirinya semenjak mengkritisi pemerintah. Hal ini langsung dibantah Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono.

Argo mengatakan pihaknya hanya melakukan pengusutan kasus dugaan penyimpangan anggaran kegiatan kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia yang digelar Kemenpora RI. Hal ini dilakukan lantaran adanya laporan masyarakat.

“Pertama adanya laporan, kemudian laporan itu kita lanjutkan dengan penyelidikan. Setelah itu, kita ada klarifikasi, kita mencari informasi dari Kemenpora sendiri,” ucap Argo saat rekonstruksi pembunuhan di Jalan Senang, Mampang Prapatan VIII, Tegal Parang, Jakarta Selatan, Jumat (23/11).

Argo menambahkan kasus dugaan korupsi kegiatan perkemahan itu sudah naik status menjadi penyidikan. Sehingga, polisi juga telah meminta keterangan dari GP Anshor dan Ketua panitia acara kemah Pemuda Islam Indonesia, Ahmad Fanani.

“Kemudian ada bukti petunjuk dan keterangan saksi dan juga ada ahli, dari situ kita lakukan gelar perkara, ternyata memenuhi unsur tindak pidana, sehingga dinaikkan menjadi penyidikan oleh penyidik tipikor Polda Metro Jaya,” jelasnya.

Argo pun membantah apabila penyidikan polisi dilakukan secara mengada-ada. Apalagi bila kasus tersebut dikaitkan dengan kepentingan politik seperti yang disebutkan Dahnil.

“Ini murni kasus tindak pidana dan polisi melakukan pemeriksaan ini berdasarkan profesionalisme polisi yang dipunya. Kita tidak menghalang-halangi, kita tidak mengada-ada, tapi sesuai dengan adanya audit dan laporan masyarakat. Makanya tidak usah dikaitkan dengan politik kalau misalnya pidana murni. Ya enggak usah dikaitkan dengan politik. Kita tidak usah mengait-ngaitkan, ini tindak pidana murni,” ujar Argo.

Perlu diketahui, atas pemanggilan dirinya, Dahnil merasa ada yang aneh. Menurutnya, kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu melibatkan PP Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor. Akan tetapi, ia merasa dalam pemeriksaan ini, lebih ditekankan pada dirinya dan PP Pemuda Muhammadiyah.

“Baru sebatas data yang saya diberikan (ke penyidik). Pemanggilan ini terkait kegiatan Apel Pemuda Islam, yang diikuti GP Ansor dan PP Pemuda Muhammadiyah. Tapi anehnya kenapa hanya saya yang dicari-cari,” ujarnya usai keluar istirahat salat Jumat dari ruangan Ditkrimsus, Jumat (23/11).

Menurutnya, pemanggilan ini ada kaitannya dengan sikap politiknya selama ini yang kerap mengkritisi pemerintah. Sehingga, ia menilai pemanggilannya merupakan konsekuensi dari sikap politiknya.

“Saya paham betul, ini konsekuensi sikap saya yang mengkritisi pemerintah. Kami nggak tahu yang dicari-cari apa oleh pihak aparat keamanan. Biarkan masyarakat yang menilai,” ujarnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...