logo

05/11/18

Cuma Bermodal Potongan Video, Pelapor ‘Muka Boyolali’ Dinilai Tak Paham Hukum

Cuma Bermodal Potongan Video, Pelapor ‘Muka Boyolali’ Dinilai Tak Paham Hukum

NUSANEWS - Anggota Timses Prabowo-Sandi, Eggi Sudjana menilai pelaporan capres nomor urut dua itu ke Polisi dinilai kurang tepat. Apalagi, ucapan Ketum Gerindra tersebut soal 'tampang' Boyolali’ disampaikan dengan suasana bercanda.

Eggi mengatakan, masyarakat Boyolali yang hadir saat kampanye, Selasa (28/11) lalu sama sekali tak tersinggung dengan ucapan Prabowo.

''Mereka enggak masalah. Artinya kan menerima. Bukan candaan yang serius, bukan menghina. Kita harus tahu bahasa-bahasa metafor, bahasa yang sifatnya orang itu bikin orang bergairah tertawa," kata Eggi kepada Kricom di Jakarta, Minggu (4/11/2018).

Eggi menambahkan, Dakun dan Muannas Alaidid sebagai pelapor kasus tersebut sama sekali tak mengerti soal hukum.

"Yang dikatakan pidana itu bisa terjadi kalau perlakuannya telah selesai. Itu cirinya. Kalau dibilang menghina, orang Boyolali (yang hadir saat kampanye) enggak merasa terhina kok. Ketawa-ketawa," ungkap Politikus PAN ini.

Eggi juga mengkritisi soal pelapor Dakun yang mengaku-ngaku sebagai orang Boyolali. Padahal, saat peristiwa berlangsung, ia tengah berada di Jakarta dan hanya melapor berdasarkan potongan video yang tak utuh.

"Siapa yang merasa terhina? Kalau dia merasa masyarakat Boyolali, siapa ? Apalagi dia tak di lokasi," sesal Eggi.

"Artinya gini, dia tak pantas menjadi Pelapor. Tak memenuhi unsur. Jangankan jadi pelapor, jadi saksi aja dia gak bisa. Kecuali dia ahli, boleh enggak di tempat, karena dimintai pendapat," ucapnya.

Pasalnya, untuk menjadi pelapor harus ada syarat yang mesti dipenuhi.

"Kalau saksi fakta yang diminta adalah adalah apa yang didengar, apa yang dilihat, apa yang dia rasakan, apa yang diketahui secara langsung," papar Caleg PAN ini.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...