logo

26/11/18

Cerita Sandi Pernah Dikriminalisasi karena Dukung Jokowi pada Pilgub DKI 2012

Cerita Sandi Pernah Dikriminalisasi karena Dukung Jokowi pada Pilgub DKI 2012

NUSANEWS - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengaku pernah dikriminalisasi lantaran mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012 silam. Kala itu, Sandi merupakan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

"Tahun 2012, APPSI mendukung Pak Jokowi saat kampanye pilgub DKI. Bahkan sempat dikriminalisasi dan dipanggil Bawaslu karena kegiatan mendukung pencalonan Pak Jokowi kala itu," ujar Sandi dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (25/11).

Sandi menjelaskan APPSI mendukung Jokowi kala itu karena program yang dimilikinya serius memajukan dan menyejahterakan pedagang pasar. Program Jokowi kala itu juga dinilai serius menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok yang stabil dan terjangkau.

Untuk itu, Sandi pun mengaku tetap berprasangka baik terkait pernyataan Presiden Joko Widodo soal orang super kaya datang ke pasar, enggak beli apa-apa, kemudian keluar pasar dan bilang harga mahal.

"Saya Huznudzan saja atas pernyataan Pak Presiden. Mungkin yang dimaksud bukan saya. Tapi kalau memang ditujukan kepada saya, yang bilang harga-harga di pasar naik dan tidak stabil, bukan saya, tapi pedagang dan pembeli sendiri," ungkapnya.

Menurut Sandi, dirinya memang tak pernah berbelanja di pasar, kegiatannya di pasar hanya untuk memantau stabilitas harga pangan. "Belanja ke pasar itu tugas orang rumah saya. Kalau saya belanja di pasar itu namanya pencitraan," kata Sandi.

Dalam kunjungannya ke Pasar Baru Lumajang, Jawa Timur hari ini, ia pun menyebut menerima aduan dari sejumlah pedagang pasar terkait harga sayur yang sering naik turun.

"Hari ini di pasar Lumajang. Ibu Lulu dan Ibu Lina, harga sayur mayur memang naik turun. Kacang panjang yang kemarin Rp3.000 sekarang Rp 4.000, begitu juga dengan Pak Aris, pedagang tempe yang dibungkus pelepah pisang, hari ini naik Rp1.000," terang Sandi.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...