logo

09/11/18

Cerita Kakak Pelaku Penyerangan Polsek Penjaringan, Jadi Gak Yakin Kalau Teroris

Cerita Kakak Pelaku Penyerangan Polsek Penjaringan, Jadi Gak Yakin Kalau Teroris

NUSANEWS - Polsek Penjaringan, Jakarta Utara diserang pada Jumat (9/11/2018) dini hari sekitar pukul pukul 01.35 WIB.

Akibat penyerangan tersebut, seorang polisi atas nama AKP AM Irawan menderita luka bacok pada bagian tangannya.

Uniknya, ada dua pernyataan berbeda atas motif pelaku yang diketahui bernama Rohandi (31) tersebut.

Polda Metro Jaya menyebut, warga Jalan Masda 1 RT 05/RW 09, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara itu adalah teroris.

Sedangkan Kapolsek Penjaringan AKBP Rahmat Sumekar, menyebut Rohandi menderita depresi karena gagal nikah.

Hal senada juga ditegaskan kakak kandung Rohandi, Rohman (53) yang juga Ketua RT itu.

Rohman menyebut, adik bunngsunya itu mengalami gangguan jiwa atas penyakitnya yang tak kunjung sembuh.

Rohman menyatakan, adiknya sejak enam tahun terakhir sudah menderita sakit paru-paru.

“Karena digerogotin penyakit. Sudah dioperasi dua kali malahan. Akhirnya sampai seperti ini (depresi),” terang dia ditemui di kediamannya, Jumat (9/11/2018).

Rohman menerangkan, Rohandi dalam kesehariannya itu memang cukup rajin dalam urusan shalat.

“Enggak ada selain shalat. Main game juga enggak, karena dia enggak punya handphone. Nonton tivi juga jarang,” bebernya.

Bahkan, lanjutnya, adiknya itu selama ini juga tak pernah bepergian.

“Enggak pernah kemana-mana. Kalau (salat) Jumat, dia berangkat duluan,” imbuh Rohman.

Rohman mengakui, selama ini Rohandi memang kurang mendapatkan perhatian dari ketujuh saudara kandungnya.

“Kakaknya sudah nikah semua, pada keluar semua. Jadi engga ada yang perhatiiin. Kita soalnya sibuk semua,” katanya.

Rohman juga mengaku kaget atas aksi yang dilakukan adiknya itu.

Yang ia ketahui, awalnya ia mendapati sepeda motornya sudah tak ada di tempat saat dirinya hendak pergi untuk salat subuh di Mushola Babussalam, Teluk Gong, Gang Mazda RT 5 RW 9, Penjaringan, Jakarta Utara.

Baru setelah itu datang sejumlah petugas polisi dari Polsek Penjaringan yang mencari rumahnya dan menanyakan adiknya.

“‘Oh, kenapa pak?’ Saya bilang begitu, dan mereka nyuruh saya ikut aja kepolsek. Ternyata saya tidak tahu ada masalah itu,” tutur Rohman.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebut berdasarkan penyelidikan diduga pelaku adalah anggota teroris.

“Iya, pelaku diduga teroris,” kata Argo saat dikonfirmasi, Jumat (9/11/2018).

Kendati demikian, Argo sendiri tidak membeberkan secara rinci dari jaringan teroris mana, pelaku penyerangan Polsek Penjaringan tersebut.

“Kalau yang itu masih kita cek ya,” lanjutnya.

Akan tetapi, pernyataan berbeda datang dari Kapolsek Penjaringan, AKBP Rahmat Sumekar.

Rahmat menyebut, pelaku penyerangan tersebut diketahui sedang mengalami depresi.

“Dia (pelaku) sedang depresi. Dia sakit keras dan batal menikah, sebabkan dirinya depresi,” kata Rahmat.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...