logo

24/11/18

Cerita Dahnil Diundang ke Rumah Imam Nahrawi, Ketum GP Ansor Lebih Dulu Tiba

Cerita Dahnil Diundang ke Rumah Imam Nahrawi, Ketum GP Ansor Lebih Dulu Tiba

NUSANEWS - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menceritakan awal mula diadakannya Apel dan Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017.

Menurut Dahnil, awalnya dia diundang oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi ke kediamannya pada September 2017.

Saat Dahnil tiba di kediaman Imam Nahrawi, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas sudah lebih dahulu berada di sana.

Dalam pertemuan tersebut, Imam Nahrawi menyampaikan niatnya untuk menggelar kegiatan bersama natara PP Muhammadiyah dan GP Ansor.

Kegiatan itu dimaksudkan untuk menepis isu yang menyebut Jokowi anti Islam dan kriminalisasi ulama.

Setelah mendengar keinginan Imam Nahrawi menggelar satu kegiatan yang dapat meredakan ketegangan horizontal, Dahnil berjanji akan membicarakan hal itu dengan pengurus PP Muhammadiyah.

Menurut Dahnil, pihaknya baru menyambut ajakan Menpora Imam Harawi itu pada bulan Oktober, atau sebulan setelah Menpora Imam Nahrawi menyampaikan usul tersebut.

Saat membicarakan ajakan Menpora Imam Hanrawi, pengurus PP Muhammadiyah sudah mengingatkan Dahnil agar berhati-hati supaya tidak dikerjai.

“Tapi hati-hati dan waspada. Kami hanya khawatir kalian dikerjai,” ujar pengurus PP Muhammadiyah seperti ditirukan Dahnil dalam keterangannya usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jumat malam (23/11).

PP Muhammadiyah adalah organisasi induk yang membawahi organisasi-organisasi pemuda otonom dengan bendera Muhammadiyah, termasuk Pemuda Muhammadiyah.

“Pada prinsipinya mengapa kami setuju dengan ajakan Menpora adalah membantu pemerintah, menjawab tuduhan pada Pak Jokowi anti Islam, juga atas isu kriminalisasi ulama,” imbuh Dahnil.

Dahnil mengaku telah mengembalikan uang Rp2 miliar itu ke Kemenpora. Semua dana kegiatan dari Kemenpora telah dikembalikan.

Dahnil menyebut bukan hanya PP Muhammadiyah yang menerima dana kegiatan Apel dan Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017. GP Ansor justru menerima dana lebih besar. GP Ansor menerima dana Rp3,5 miliar.

“Pemuda Muhammadiyah diberikan fasilitasi untuk memobilisasi peserta sekitar Rp 2 miliar. Nah sedangkan GP Ansor Rp 3,5 miliar,” ujar Dahnil.



SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...