logo

05/11/18

Buzzer Politik Ubah Makna Pidato 'Muka Boyolali' Jadi Negatif

Buzzer Politik Ubah Makna Pidato 'Muka Boyolali' Jadi Negatif

NUSANEWS - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno menilai ucapan yang disampaikan oleh Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto yang membahas 'muka Boyolali', telah diubah maknanya. Dari pengubahan itu, muncul pihak-pihak yang menyatakan keberatan.

"Tentu dalam hal ini saya prihatin segala sesuatu yang diucapkan itu rawan untuk dipolitisir," kata Eddy ditemui di Jakarta, Minggu (4/11/2018).

Padahal, kata Eddy, Prabowo memiliki maksud mulia ketika menyatakan pidato 'muka Boyolali'. Tak ada niat dari Prabowo untuk merendahkan rakyat Indonesia ketika berpidato 'muka Boyolali'.

"Coba kita berkhuznudzon, berprasangka baik atas setiap kata dan tutur yang diucapkan. Jangan langsung kita menganggap itu penghinaan atau merendahkan," ucap dia.

"Saya pikir kita menjaga tahun politik ini jadi teduh dengan selalu berpikir positif, dengan berpikir yang dilakukan pemimpin kita, calon pemimpin kita di 2019 itu, hal terbaik bukan hal yang justru memecah belah bangsa ini," lanjutnya.

Eddy menyoroti pengubahan makna 'muka Boyolali' terjadi di media sosial. Terutama dilakukan oleh buzzer-buzzer politik. Menurut dia, pidato Prabowo tentang 'muka Boyolali' menekankan pada kesejahteraan rakyat yang perlu ditingkatkan.

"Kasihan tokoh kita yang ingin menyampaikan sesuatu yang baik ke masyarakat, tapi justru penyampaian di plintir dan dijungkirbalikkan sehingga kesannya negatif," pungkasnya.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...