logo

09/11/18

BPN Desak Pemerintah Ungkap Aktor di Balik Derita HRS

BPN Desak Pemerintah Ungkap Aktor di Balik Derita HRS

NUSANEWS - Tim pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendesak pemerintah mengungkap aktor di balik kasus yang menjerat tokoh organisasi kemasyarakat Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Arab Saudi.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono, menduga ada pihak yang sengaja memasang bendera berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid yang diduga simbol organisasi terlarang di Arab Saudi di rumah yang dihuni Rizieq di Mekkah, Arab Saudi.

"Ini kan bendera yang ditempel tiba-tiba, sedangkan Rizieq tinggal di rumah itu bukan baru kemarin. Pemerintah harus ungkap siapa aktor intelektual di balik penangkapan (Rizieq) di Mekkah," kata Ferry dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (8/11).

Dia pun menilai, pemasangan bendera berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid yang diduga simbol organisasi terlarang di Arab Saudi itu dilakukan pihak-pihak yang ingin menghancurkan nama baik Rizieq secara sengaja.

Namun, sambung Ferry, cara tersebut ternyata tak mempan karena imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu pada akhirnya justru dibebaskan pihak keamanan Arab Saudi.

"Jelas ini dilakukan oleh aktor intelek dengan sengaja, tapi tidak bisa," ujar sosok yang merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Dia pun mendesak semua pihak tidak mencoba memfitnah Rizieq seperti yang ia dugakan tersebut. Pasalnya, kata Ferry, itu upaya itu hanya menguras energi dan sia-sia.

"Sudahlah tidak usah memakai cara-cara seperti itu dan membuat kegaduhan-kegaduhan baru di tahun politik ini," tuturnya.

Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyatakan Rizieq sempat ditahan otoritas keamanan sebelum dibebaskan dengan jaminan.

Agus mengatakan Rizieq ditahan pada Selasa (6/11) untuk dimintai keterangan atas laporan warga negara Arab Saudi yang melihat bendera diduga mirip dengan bendera kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) terpasang di depan rumahnya di Mekkah.

"Pada 6 November 2018 pukul 20.00 waktu Saudi, dengan didampingi oleh staf Konsulat Jenderal RI di Jeddah, MRS (Rizieq) dikeluarkan dari tahanan kepolisian Mekkah dengan jaminan," ucap Agus melalui pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com pada Rabu (7/11).

Agus mengatakan salah satu sahabat Rizieq yang merupakan warga Saudi menjaminkan dirinya supaya Imam FPI itu bebas. Meski begitu, Agus tak menjelaskan apakah ada uang yang dibayarkan kepada otoritas Saudi untuk membebaskan tokoh FPI tersebut.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...