logo

05/11/18

Bos Properti Ini Buka-bukaan beda sistem investasi RI dengan Australia

Bos Properti Ini Buka-bukaan beda sistem investasi RI dengan Australia

NUSANEWS - Sektor properti masih menjadi salah satu investasi yang menawarkan imbas hasil yang tinggi. Namun, kejadian kasus dugaan suap seperti di proyek Meikarta mungkin membuat masyarakat ragu untuk terjun ke bisnis ini.

Berbeda dengan di Indonesia, bisnis properti di Australia nampaknya lebih menjanjikan keamanan untuk calon pembeli. Sistem beli properti di Australia sangat berbeda dengan di Indonesia.

Bos Crown Group, Iwan Sunito menegaskan, sistem pembayaran saat membeli properti seperti apartemen di Australia sangat berbeda dengan Indonesia. Saat calon pembeli sudah cocok dengan unitnya, mereka hanya perlu membayar 10 persen dari harga atau biasa disebut deposit. Uang tersebut juga tidak dibayarkan pada developer atau pengembang, tapi di pihak ketiga atau trust account.

“Jadi kalau bangkrut uangnya dikembalikan karena tidak ditaruh di developer. Uangnya ditaruh di trust account,” kata Iwan.

Setelah membayar deposit, pembeli tidak harus membayar apa apa sampai unit tersebut selesai atau layak huni. Setelah selesai, calon penghuni harus membayar sisa pembelian dan bisa bekerja sama dengan perbankan.

“Kalau (Indonesia) bayar-bayar developernya bangkrut bagaimana. Enggak bangun pun tetap harus bayar, jadi ini problemnya di situ,” jelas Pria kelahiran Surabaya ini.

Sebagai informasi, Iwan Sunito, pengusaha properti Indonesia masuk dalam jajaran 20 tokoh paling berpengaruh di Sydney, New South Wales, Australia, versi Southern Courier. Iwan merupakan satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam daftar Southern Courier.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...